Tottenham Krisis Kreativitas, Dani Olmo Jadi Solusi di Januari?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur belum meraih kemenangan dalam lima laga pembuka dan baru mencetak gol saat kalah 3-2 dari Aston Villa.
- Manajemen Spurs dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Dani Olmo, gelandang serang Barcelona yang dibanderol sekitar ยฃ60 juta.
- Kehadiran Olmo dapat mengancam posisi James Maddison yang terus bergelut dengan cedera dan memasuki tahun kedua kontraknya.

Tottenham Hotspur menutup lima pertandingan pertama tanpa kemenangan dan sempat puasa gol selama empat laga sebelum akhirnya menyerah 3-2 dari Aston Villa. Krisis kreativitas di lini tengah menjadi biang keladi, dan manajemen klub dikabarkan mulai melirik Dani Olmo sebagai jalan keluar.
Meski baru menggelontorkan dana lebih dari ยฃ300 juta pada bursa transfer musim panas, performa Spurs belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Manajer Roberto De Zerbi dihadapkan pada tuntutan mendesak untuk merombak sektor serang, terutama karena tim kesulitan menciptakan peluang berkualitas.
James Maddison, yang didatangkan dari Leicester City pada 2023 dengan harga ยฃ40 juta, sejatinya menjadi sosok yang paling tepat untuk mengisi kekosongan tersebut. Namun, gelandang berusia 29 tahun itu belum mampu menemukan konsistensi performa akibat rentetan cedera. Setelah absen hampir sepanjang musim 2025/26 karena cedera lutut, ia kembali dibekap masalah bahu pada Juli lalu dan hanya tampil sebagai pemain pelapis.
Kontrak Maddison tersisa dua tahun, dan jika tidak ada peningkatan signifikan dalam hal kebugaran serta performa, ENIC Group selaku pemilik klub disebut tidak akan ragu melepasnya. Persaingan di lini tengah juga semakin ketat dengan kehadiran Xavi Simons, yang tengah menjalani rehabilitasi cedera ACL dan diproyeksikan kembali pada akhir musim.
"Olmo adalah jenius sepak bola," ujar pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, seperti dikutip dari Football FanCast.
Dani Olmo, 28 tahun, memang jarang menjadi bintang utama di Barcelona maupun timnas Spanyol, tetapi fleksibilitas taktisnya membuatnya selalu menjadi bagian penting dari skema permainan. Musim ini di La Liga, ia baru dua kali menjadi starter dan lima kali masuk dari bangku cadangan, namun sudah menciptakan tujuh peluang besar, menyelesaikan 57% dribel, dan memenangkan 62% duel. Kemampuannya mencetak gol, mengendalikan permainan, dan mengambil risiko menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi Tottenham, mendatangkan Olmo bukan sekadar menambah opsi, melainkan upaya menyelamatkan musim yang berjalan di tepi jurang. Klub yang finis di peringkat 17 pada musim lalu itu tidak ingin kembali terlibat dalam pertarungan degradasi. Laporan TEAMtalk menyebutkan bahwa semua klub Big Six telah menghubungi perwakilan Olmo, menandakan persaingan ketat untuk mendapatkan tanda tangannya.
Dari sudut pandang Indonesia, saga transfer ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub Liga Primer Inggris terus berinvestasi besar untuk menghindari keterpurukan. Penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Spurs dapat melihat bahwa manajemen tidak segan mengambil langkah radikal, termasuk mendepak pemain yang dianggap tidak lagi produktif. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 Indonesia tentang pentingnya perencanaan skuad jangka panjang dan manajemen cedera yang baik.
Jika Tottenham benar-benar serius mengejar Olmo, Maddison berada di ujung tanduk. Performa apik Olmo di level internasional dan klub menjadi sinyal bahwa Spurs siap berbenah. Pertanyaannya, akankah De Zerbi memberi Maddison kesempatan terakhir, atau justru mengorbankannya demi mendatangkan gelandang yang lebih bugar dan tajam?



