Ranty Maria Akui Deg-degan Beradegan dengan Morgan Oey di Film Horor Komedi Perdana
Baca dalam 60 detik
- Ranty Maria membintangi film horor komedi pertamanya, Warga Rusun 609, beradu peran dengan Morgan Oey yang ia idolakan.
- Aktris 26 tahun itu mengaku sempat gugup, namun memuji sikap rendah hati Morgan Oey yang membantunya beradaptasi di lokasi syuting.
- Film garapan sutradara Herwin Novianto ini menjadi penanda pergeseran minat pasar film Indonesia yang kian melirik genre hibrida horor-komedi.

Aktris Ranty Maria akhirnya mewujudkan kesempatan beradu akting dengan aktor yang ia kagumi, Morgan Oey, dalam film Warga Rusun 609. Dalam proyek garapan sutradara Herwin Novianto itu, Ranty memerankan Bunga, sementara Morgan Oey memerankan Arka; keduanya dikisahkan sebagai sepasang kekasih yang tinggal di sebuah rumah susun.
Pengalaman itu bukan tanpa tekanan. Ranty mengaku sempat dilanda rasa gugup saat pertama kali bertemu Morgan di lokasi. "Aku sebenarnya deg-degan banget, dan ketemu Kak Morgan membuatku makin grogi karena aku memang ngefans," ujarnya dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026). Namun, kekhawatiran itu sirna setelah ia melihat bagaimana Morgan bersikap di set. Menurut Ranty, mantan personel Smash tersebut sangat rendah hati dan kooperatif, sehingga membantunya beradaptasi dengan cepat.
Bagi Ranty, Warga Rusun 609 juga menjadi penanda debutnya di genre horor komedi. Ia mengaku belum pernah menyentuh wilayah tersebut sebelumnya dan sempat kesulitan menjaga konsistensi karakter. "Ini pertama kali aku main komedi horor, jadi aku enggak nyangka ternyata komedi itu seperti ini. Bahkan saat reading saja sudah lucu," katanya. Ia menambahkan, tantangan terbesarnya adalah tetap bertahan sebagai Bunga tanpa keluar dari karakter, terutama ketika adegan-adegan lucu mulai muncul di depan kamera.
Kombinasi horor dan komedi bukan hal baru di industri film Indonesia. Beberapa tahun terakhir, sejumlah judul dengan pendekatan serupa mencatat performa positif di box office, menandakan selera penonton yang bergeser ke arah tontonan hibrida. Kehadiran nama-nama seperti Aming, Sarah Sechan, dan Indy Barends dalam Warga Rusun 609 memperkuat sinyal bahwa produksi ini memang dirancang untuk menyasar segmen penonton yang lebih luas, bukan sekadar penggemar horor murni.
"Pressure, tapi ternyata di luar itu Kak Morgan sangat humble dan help me a lot." โ Ranty Maria
Dari sisi industri, keputusan Ranty menerima peran di genre yang belum ia tekuni menunjukkan pola yang kian lazim di kalangan aktor muda: memperluas jangkauan genre demi menjaga relevansi. Bagi rumah produksi, strategi ini menguntungkan karena nama-nama yang memiliki basis penggemar kuat dapat menarik penonton dari luar demografi tradisional horor. Namun, keberhasilan formula tersebut tetap bergantung pada eksekusi cerita dan chemistry antar pemain โ dua hal yang menurut Ranty justru menjadi kekuatan utama proyek ini.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya pelaku industri kreatif dan investor sektor hiburan, fenomena ini menegaskan bahwa pasar film domestik semakin terdiversifikasi. Genre hibrida menawarkan peluang pendapatan yang lebih stabil karena dapat menjangkau penonton keluarga sekaligus penggemar horor. Jika Warga Rusun 609 berhasil secara komersial, bukan tidak mungkin gelombang produksi serupa akan menyusul, memperketat persaingan di jadwal tayang nasional.
Pertanyaannya kini, sejauh mana formula horor komedi bisa diandalkan untuk mendongkrak penjualan tiket di tengah banjir konten digital? Jawabannya akan terlihat dari respons pasar begitu film ini tayang.



