Anne Hathaway Ogah Jadi Penonton, Nekat Ajukan Diri ke Jurassic World demi Scarlett Johansson
Baca dalam 60 detik
- Anne Hathaway menyatakan kesiapannya bergabung dengan waralaba Jurassic World, terutama jika dipasangkan dengan Scarlett Johansson.
- Pengalaman Hathaway di film survival bertema dinosaurus membuatnya percaya diri membawa pengetahuan baru ke franchise tersebut.
- Peluang kolaborasi ini masih sebatas keinginan, namun antusiasme publik bisa memengaruhi arah casting film berikutnya.

Aktris peraih Oscar, Anne Hathaway, secara terbuka menyatakan keinginan kuat untuk bergabung dengan waralaba film Jurassic World, khususnya jika dipasangkan dengan Scarlett Johansson. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara dengan program Good Morning Britain, beberapa waktu lalu, saat mempromosikan film terbarunya, The End of Oak Street.
Hathaway, yang kini berusia 43 tahun, tidak sekadar berharap. Ia menyebut dirinya siap jika ada tawaran untuk tampil dalam sekuel Jurassic World Rebirth (2025) yang dibintangi Johansson. "Saya siap. Saya suka akting dan saya suka berada di film, dan ya, mungkin saya bisa membawa pengetahuan dinosaurus saya ke Jurassic World," ujarnya, seperti dikutip dari wawancara tersebut.
Antusiasme Hathaway terhadap proyek itu bukan tanpa alasan. Dalam film The End of Oak Street, ia beradu akting dengan reptil purba dalam latar suburban Michigan yang tiba-tiba berpindah ke zaman prasejarah. Pengalaman itu memberinya perspektif baru tentang genre survival-thriller yang menggabungkan aksi dan drama keluarga.
"Jika Scarlett ingin memiliki sidekick berambut cokelat, saya sepenuhnya siap, di Jurassic World atau kapan pun Scarlett ingin bekerja sama," kata Hathaway menambahkan.
Pernyataan Hathaway ini memicu spekulasi di kalangan penggemar dan industri film. Pasalnya, Jurassic World Rebirth sendiri baru akan tayang pada 2025, namun gaung waralaba yang telah meraup miliaran dolar di box office global membuat setiap petunjuk tentang masa depan franchise selalu dinanti. Kehadiran dua bintang papan atas dalam satu frame tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Dalam wawancara terpisah dengan People, Hathaway mengungkapkan bahwa naskah The End of Oak Street mengingatkannya pada film favorit masa kecilnya, Poltergeist. "Saat membacanya, saya teringat salah satu film favorit saya waktu kecilโyang seharusnya tidak saya tonton saat itu, tapi tetap saja bagusโyaitu Poltergeist," kenangnya. Ia pun menyampaikan referensi tersebut kepada sutradara David Robert Mitchell, yang ternyata memang mengincar nuansa serupa. "Saya langsung bilang, 'Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi tolong daftarkan saya. Saya ingin berada di dunia ini,'" tambahnya.
Produser film, Hannah Minghella, mengungkapkan bahwa Hathaway adalah aktor pertama yang bergabung dalam proyek itu, bahkan sebelum film tersebut resmi bekerja sama dengan Warner Bros. "Anne Hathaway adalah orang pertama yang bergabung, sangat awal, sebelum kami menyiapkan film ini dengan Warner Bros. Dia datang sangat awal dan melihat visi film yang kami semua lihat," jelas Minghella.
Sementara itu, Ewan McGregor, yang juga membintangi The End of Oak Street, menekankan pentingnya fondasi cerita yang kuat. "Sebagus apa pun aksi dinosaurusnya, jika tidak ada keluarga yang bisa dipercaya dan Anda pedulikan di jantung cerita, itu tidak akan berarti banyak," ujarnya.
Bagi industri hiburan Indonesia, fenomena ini menunjukkan bagaimana waralaba besar terus berupaya menarik bintang kelas A untuk memperluas basis penggemar. Kolaborasi semacam ini sering kali mendorong ekspektasi penonton global, termasuk di Indonesia, yang merupakan pasar potensial bagi film-film Hollywood. Jika benar terwujud, duet Hathaway-Johansson bisa menjadi magnet tambahan di box office, sekaligus memperkuat posisi Jurassic World sebagai salah satu franchise paling menguntungkan sepanjang masa.
Namun, segala kemungkinan masih bergantung pada arah kreatif dan keputusan studio. Apakah keinginan Hathaway akan terwujud, atau justru menjadi angin lalu? Publik tampaknya akan terus menantikan perkembangan casting film berikutnya, sambil berharap chemistry keduanya bisa terwujud di layar lebar.



