Newcastle United Kunci Masa Depan: Toure dan Cordero Bersaing Gantikan Gordon
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengubah strategi transfer dengan hanya merekrut pemain di bawah 24 tahun pada musim panas ini.
- Bazoumana Toure (20) didatangkan dari Hoffenheim sebagai pengganti Anthony Gordon, sementara Antonio Cordero (19) akan tiba tahun depan setelah masa pinjaman di Cadiz.
- Kedua pemain sayap muda ini diproyeksikan bersaing untuk posisi di sayap kiri, dengan Cordero disebut memiliki gaya permainan mirip Gordon.

Newcastle United mengambil langkah berani dalam merombak skuad mereka dengan merekrut pemain muda berbakat. Setelah ditinggal Anthony Gordon ke Barcelona dengan harga ยฃ69 juta, klub yang dimiliki PIF itu mendatangkan Bazoumana Toure dari Hoffenheim senilai ยฃ43 juta sebagai pengganti langsung. Namun, persaingan di sayap kiri tidak berhenti di situ: Antonio Cordero, pemain muda Spanyol yang direkrut gratis dari Malaga, akan bergabung tahun depan setelah menyelesaikan masa pinjaman di Cadiz.
Keputusan Newcastle untuk hanya merekrut pemain berusia 24 tahun ke bawah pada jendela transfer musim panas ini menandai pergeseran filosofi klub. Selama beberapa dekade, akademi Newcastle tidak terlalu produktif, tetapi manajemen baru di bawah PIF berusaha memperbaiki fondasi tersebut. Pelatih Matthias Jaissle kini menangani tim dengan wajah segar dan muda, meninggalkan pendekatan sebelumnya yang mengandalkan pemain bintang mapan.
Bazoumana Toure, winger asal Pantai Gading berusia 20 tahun, langsung diplot sebagai penerus Gordon. Meski masih beradaptasi, ia telah mencetak gol hiburan saat kekalahan telak dari Leeds United dan satu gol di Piala Carabao melawan West Bromwich Albion. Namun, Jaissle tampaknya belum yakin Toure siap menjadi starter reguler di Premier League. Harvey Barnes masih menjadi pilihan utama di sisi kiri untuk saat ini.
Antonio Cordero, yang baru berusia 19 tahun, sempat menarik perhatian Barcelona dan Real Madrid sebelum memilih Newcastle. Ia menilai St. James' Park sebagai tempat ideal untuk berkembang. Selama dipinjamkan ke Cadiz, Cordero menunjukkan performa menjanjikan dengan mencetak enam gol dan tujuh assist di Segunda Division. Gaya bermainnya yang eksplosif dan fisik yang kuat membuatnya dijuluki 'seperti Gordon' oleh scout Como, Ben Mattinson. Analis Filipe Sousa juga menyebutnya sebagai winger kiri eksplosif yang cocok dengan kerasnya Premier League.
"Cordero adalah winger tinggi dengan fleksibilitas, cepat, kuat, dan memiliki determinasi. Atribut-atribut itu mengingatkan pada Gordon," ujar Mattinson.
Persaingan antara Toure dan Cordero untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Gordon diprediksi memanas. Toure mungkin memiliki keunggulan karena sudah bergabung lebih dulu, tetapi jika Cordero terus bersinar di Spanyol, ia bisa mendapatkan kesempatan pada 2027. Newcastle tampaknya tengah membangun fondasi jangka panjang dengan pemain muda, sebuah strategi yang bisa menjadi model bagi klub-klub lain.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Newcastle ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya investasi di pemain muda. Klub-klub Liga Indonesia juga mulai mengarah ke sana, meski dengan skala berbeda. Keberhasilan Newcastle dalam mengembangkan Toure dan Cordero akan menjadi indikator apakah pendekatan ini efektif di level tertinggi. Jika berhasil, bukan tidak mungkin klub-klub Asia, termasuk Indonesia, akan mengadopsi strategi serupa.
Dengan Gordon yang kini bersinar di Barcelona, Newcastle berharap Toure dan Cordero dapat mengisi kekosongan tanpa mengurangi kualitas. Pertanyaannya, mampukah kedua pemuda ini membuktikan diri di Premier League yang kompetitif, atau akankah Newcastle kembali mencari pemain jadi? Waktu yang akan menjawab, tetapi untuk sekarang, arah klub sudah jelas: membangun dari bawah.



