Everton Kehilangan Richarlison, Moyes Diminta Berjudi dengan Brennan Johnson
Baca dalam 60 detik
- Everton gagal membawa kembali Richarlison pada jendela transfer musim panas, meninggalkan lini depan yang hanya diperkuat Thierno Barry.
- Brennan Johnson, rekrutan musim panas dari Crystal Palace, dinilai memiliki insting mencetak gol yang bisa menggantikan peran Richarlison sebagai ujung tombak.
- Jika Moyes berani mengubah posisi Johnson ke tengah, ia berpotensi menjadi pembeda bagi Everton yang sedang dalam masa transisi.

Everton harus menerima kenyataan pahit setelah kegagalan mendatangkan kembali Richarlison pada bursa transfer musim panas lalu. Penyerang asal Brasil itu sempat dikabarkan akan kembali ke Merseyside, namun negosiasi dengan Tottenham Hotspur kandas karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan. Kini, manajer David Moyes dituntut mencari solusi alternatif untuk mengisi lini depan yang hanya menyisakan Thierno Barry sebagai penyerang tengah murni.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi Everton yang juga kehilangan Iliman Ndiaye ke Manchester City dengan nilai transfer ยฃ65 juta. Alih-alih mendapatkan pengganti sepadan, The Toffees justru gagal menuntaskan sejumlah kesepakatan pada hari batas transfer. Richarlison, yang pernah menjadi idola di Goodison Park, dianggap sebagai sosok yang tepat untuk mengangkat kembali performa tim. Selama lima tahun berseragam Everton, pemain berusia 29 tahun itu mencatatkan rekor impresif dan sempat membawa klub ke posisi yang lebih baik sebelum dijual ke Tottenham dengan harga ยฃ60 juta pada 2022.
Namun, harapan untuk memulangkan Richarlison pupus setelah ia terlibat konflik dengan manajer Tottenham, Roberto De Zerbi. Komentar pedas dan keinginannya hengkang pada musim panas lalu membuatnya tersingkir dari skuad. Meski demikian, Everton gagal memanfaatkan situasi tersebut. Kini, Moyes harus berpikir kreatif untuk mengatasi keterbatasan lini serang, terutama dengan hanya tersedianya Barry sebagai opsi di posisi nomor 9.
Di tengah keterbatasan itu, nama Brennan Johnson muncul sebagai kandidat potensial. Pemain asal Wales yang didatangkan dari Crystal Palace dengan nilai sekitar ยฃ21 juta ini memang belum menunjukkan performa terbaiknya di awal musim. Namun, rekam jejaknya bersama Tottenham membuktikan bahwa ia mampu menjadi predator di kotak penalti. Pada musim 2024/25, Johnson mencetak 18 gol dan 7 assist di semua kompetisi, termasuk gol kemenangan melawan Manchester United di final Liga Europa. Meski lebih sering bermain sebagai penyerang sayap kanan, ia juga pernah ditempatkan sebagai penyerang tengah dan mencatatkan 20 gol serta 5 assist dalam 55 penampilan di posisi tersebut.
Analis sepak bola menilai bahwa Johnson memiliki insting mencetak gol yang tajam, terutama dari jarak dekat. Kemampuannya membaca situasi dan antisipasi gerakan membuatnya sering berada di posisi tepat untuk menyelesaikan umpan. Meski tidak sefleksibel Richarlison dalam hal dribel dan duel, Johnson tetap menunjukkan efektivitas dengan memenangkan 50% duel darat dan menyelesaikan satu-satunya dribel yang ia coba musim ini. Jika ia mampu meningkatkan intensitas dan agresivitasnya, bukan tidak mungkin ia menjelma menjadi ujung tombak baru yang ditakuti di Premier League.
"Johnson mungkin tidak sebaik Richarlison saat ini, tetapi ia telah menunjukkan kemampuan mencetak gol dan assist secara konsisten di Premier League. Dengan keberanian Moyes untuk mengubah posisinya, ia bisa menjadi pembeda bagi Everton," ujar seorang pengamat taktik.
Bagi Moyes, keputusan untuk memainkan Johnson sebagai penyerang tengah bisa menjadi langkah berani yang berbuah manis. Everton saat ini membutuhkan sosok yang haus gol dan mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Johnson, yang masih berusia 25 tahun, memiliki potensi untuk berkembang di bawah bimbingan Moyes. Jika ia berhasil menemukan kembali ketajamannya, Everton bisa memiliki penyerang yang tidak hanya menggantikan peran Richarlison, tetapi juga menjadi aset jangka panjang.
Namun, tantangan tidak ringan. Everton masih harus melewati musim dingin yang berat dengan skuad tipis sebelum jendela transfer Januari dibuka. Direktur teknis Angus Kinnear diharapkan dapat mendatangkan amunisi tambahan. Sementara itu, Moyes dituntut untuk memaksimalkan sumber daya yang ada, termasuk memberi kesempatan kepada pemain muda dan mengubah taktik agar lebih adaptif. Pertanyaannya, apakah Johnson mampu menjawab kepercayaan tersebut, atau justru Everton akan semakin tenggelam dalam keterpurukan?



