Thailand Pesta Gol di Kandang Indonesia, Pakistan Jadi Korban Pertama Grup B
Baca dalam 60 detik
- Thailand membuka FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan telak 4-0 atas Pakistan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
- Dua gol Poeiphimai Teerasak dan satu gol Soonsup-Bell Jude plus bunuh diri Haris Zeb memastikan dominasi The War Elephants.
- Hasil ini menempatkan Thailand di puncak Grup B, sementara Pakistan terpuruk di dasar klasemen tanpa poin.

Timnas Thailand memulai perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Pakistan pada laga perdana Grup B yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (26/9/2026). Kemenangan ini langsung menempatkan The War Elephants di puncak klasemen sementara, sementara Pakistan harus menerima kenyataan pahit berada di dasar grup tanpa perolehan poin.
Sejak menit awal, Thailand mengambil inisiatif menyerang dan tidak memberi ruang bagi Pakistan untuk mengembangkan permainan. Dominasi tersebut berbuah pada menit ke-31 melalui aksi Poeiphimai Teerasak yang membuka keunggulan. Sepuluh menit berselang, Soonsup-Bell Jude menggandakan skor menjadi 2-0, memastikan Thailand mengakhiri babak pertama dengan keunggulan dua gol.
Memasuki babak kedua, Thailand tidak mengendurkan tekanan. Keunggulan mereka bertambah pada menit ke-64 setelah winger Pakistan, Haris Zeb, melakukan gol bunuh diri. Poeiphimai Teerasak kemudian menutup pesta gol Thailand pada menit ke-84 dengan gol keduanya di pertandingan ini, sekaligus menegaskan kualitas lini serang Thailand yang tajam.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi Thailand yang sejak awal diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara. Meski bermain di kandang Indonesia, mereka tampil tanpa beban dan mampu memanfaatkan setiap peluang menjadi gol. Pakistan, yang di atas kertas bukan favorit, harus segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum pertandingan berikutnya.
"Kami bermain disiplin dan efisien. Dua gol di babak pertama membuat kami lebih percaya diri," ujar pelatih Thailand dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Indonesia sebagai tuan rumah, hasil ini menjadi peringatan bahwa persaingan di Grup B akan berjalan ketat. Thailand menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan satu pemain, melainkan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Hal ini tentu menjadi catatan bagi Timnas Indonesia yang akan menghadapi lawan-lawan di grup yang sama.
Dari sisi penyelenggaraan, laga yang digelar di Bandung ini juga menjadi ujian bagi kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Dukungan suporter dan kualitas lapangan akan terus disorot sepanjang turnamen. Keberhasilan menggelar pertandingan tanpa insiden berarti menjadi nilai tambah di mata FIFA dan AFC.
Selanjutnya, Grup B akan melanjutkan pertandingan antara Vietnam dan Filipina pada Sabtu malam (26/9/2026) di stadion yang sama. Hasil laga tersebut akan menentukan posisi Thailand di puncak klasemen, apakah tetap kokoh atau tergeser. Sementara Pakistan harus bersiap menghadapi laga krusial berikutnya dengan tekanan besar untuk meraih poin.
Pertanyaannya, akankah Thailand melanjutkan dominasi dan menjadi penantang serius gelar juara? Ataukah kejutan akan muncul dari tim-tim lain di Grup B? Yang jelas, FIFA ASEAN Cup 2026 baru saja dimulai, dan setiap pertandingan akan menjadi ujian bagi konsistensi dan mentalitas para peserta.



