Kebakaran Sandakan: 30 Rumah Hangus, 162 Lainnya Terselamatkan Berkat Aksi Cepat Damkar
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 30 rumah kayu non-permanen di Kampung Nunuyan Laut, Sandakan, ludes dilalap api pada Jumat dini hari.
- Petugas pemadam kebakaran yang tiba dengan perahu berhasil membendung laju api sehingga 162 rumah lain di permukiman padat tersebut tidak ikut terbakar.
- Kejadian ini menjadi pengingat akan kerentanan permukiman padat di kawasan pesisir terhadap kebakaran, terutama saat angin kencang.

Sebanyak 30 rumah di Kampung Nunuyan Laut, Sandakan, Sabah, hangus dilalap si jago merah pada Jumat (20/8/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.50 waktu setempat itu nyaris menimbulkan korban lebih luas, namun berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, 162 rumah lainnya berhasil diselamatkan.
Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di pesisir itu dengan cepat membesar karena konstruksi rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan angin kencang yang bertiup. Api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lain yang jaraknya berdekatan, membuat upaya pemadaman dari jalur darat menjadi sulit dilakukan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sabah, melalui keterangan resminya, menjelaskan bahwa tim pemadam dari stasiun Sandakan dikerahkan segera setelah menerima laporan. Sebanyak 12 personel diterjunkan dengan menempuh perjalanan darat sejauh 6 kilometer menuju dermaga, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu sejauh 12 kilometer menuju lokasi kejadian. Proses mobilisasi ini memakan waktu hingga mereka tiba di lokasi pada pukul 05.25.
Setibanya di lokasi, petugas langsung berupaya menjinakkan amukan api dengan memompa air laut melalui dua selang pemadam. Meskipun angin kencang sempat menghambat proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 05.45. Upaya ini mencegah api merambat ke puluhan rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah titik yang berpotensi memicu api kembali. Operasi pemadaman secara keseluruhan dinyatakan selesai pada pukul 08.33 setelah lokasi dinyatakan aman. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil diperkirakan tidak sedikit.
Peristiwa kebakaran di permukiman padat seperti Kampung Nunuyan Laut ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan yang padat hunian dan memiliki akses terbatas. Kejadian serupa juga pernah terjadi di berbagai wilayah Indonesia, seperti di permukiman padat di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya, yang sering kali menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk bergerak cepat.
Kejadian ini juga menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Sosialisasi tentang pencegahan kebakaran, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, serta penyediaan jalur evakuasi yang memadai menjadi langkah-langkah krusial yang perlu diperkuat, baik oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.
Ke depan, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola permukiman di kawasan pesisir, termasuk penyediaan akses pemadam kebakaran yang lebih mudah. Pertanyaannya, apakah kejadian ini akan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih serius menata kawasan permukiman padat dan meningkatkan kapasitas mitigasi kebakaran?



