Strictly Come Dancing 2026: John Nellis dan Gelombang Baru Bintang Media Sosial
Baca dalam 60 detik
- Kreator konten sepak bola John Nellis resmi bergabung dalam jajaran peserta Strictly Come Dancing 2026, menandai pergeseran strategi BBC ke arah bintang digital.
- BBC mengakui kesulitan menarik selebritas arus utama dan kini mengandalkan figur dengan jutaan pengikut daring untuk meremajakan acara dansa legendaris itu.
- Perombakan besar juga terjadi di kursi juri dan pembawa acara, dengan wajah-wajah baru dan format videocast untuk program pendamping It Takes Two.

BBC secara resmi mengumumkan bahwa John Nellis, kreator konten sepak bola asal Irlandia Utara dengan lebih dari 20 juta pengikut di media sosial, akan menjadi salah satu peserta Strictly Come Dancing 2026. Keputusan ini menegaskan perubahan haluan BBC yang kini lebih mengutamakan popularitas digital ketimbang ketenaran konvensional, sebuah langkah yang dinilai sebagai respons atas menurunnya daya tarik selebritas tradisional di layar kaca.
Nellis, yang sebelumnya bekerja sebagai pengatur lalu lintas udara, dikenal lewat video-videonya yang menampilkan bintang sepak bola dunia seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Erling Haaland. Video-videonya telah ditonton miliaran kali, menjadikannya salah satu kreator olahraga terbesar di Inggris. Dalam pernyataannya, Nellis mengaku masih tidak percaya bisa terpilih, meski ia mengakui belum pernah menari sama sekali. "Ini kesempatan luar biasa, dan saya akan menikmati setiap momennya. Saya berharap setidaknya bisa lebih lihai di pesta keluarga nanti," ujarnya.
Keputusan BBC untuk merekrut Nellis bukan tanpa alasan. Sejumlah pemirsa lama mengeluhkan minimnya nama besar di daftar peserta tahun ini. Namun, seorang sumber internal yang dikutip The Sun mengungkapkan bahwa ini justru strategi yang disengaja. "Pemirsa tradisional mungkin tidak mengenal mereka, tapi yang terpenting adalah menarik penonton baru yang akrab dengan para kreator ini. Pengikut mereka sangat banyak dan antusias, dan dengan berbagi konten tentang Strictly, mereka secara masif mengangkat profil acara ini," jelas sumber tersebut.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Inggris. Di Indonesia, industri hiburan juga menyaksikan pergeseran serupa di mana kreator YouTube dan TikTok kini sering mengisi acara televisi arus utama. Menurut pengamat media, adaptasi BBC ini bisa menjadi pelajaran bagi stasiun TV di Indonesia untuk lebih terbuka pada kolaborasi dengan bintang digital, yang kerap memiliki basis penggemar yang lebih loyal dan terukur.
Selain Nellis, daftar peserta tahun ini juga mencakup nama-nama seperti Lacey Turner, Delta Goodrem, Dani Dyer, dan Chris Appleton. BBC juga mengumumkan lima penari profesional baru, menggantikan sejumlah nama lama seperti Karen Hauer dan Gorka Marquez. Perombakan juga terjadi di kursi pembawa acara, dengan Emma Willis, Josh Widdicombe, dan Johannes Radebe menggantikan Tess Daly dan Claudia Winkleman. Program pendamping It Takes Two pun diubah menjadi videocast, mirip dengan The Traitors: Uncloaked.
Langkah BBC ini mencerminkan realitas industri hiburan yang berubah drastis. Dulu, boyband atau bintang sinetron adalah magnet pemirsa. Kini, para kreator konten dengan jutaan pengikut justru menjadi daya tarik utama. Sumber internal BBC menambahkan, "Ada perubahan zaman yang sedang terjadi, dan Strictly tidak mau melawan arus. Ia tidak mampu."
Dengan strategi ini, BBC tampaknya ingin memastikan Strictly Come Dancing tetap relevan di tengah gempuran platform streaming dan media sosial. Pertanyaannya, akankah langkah ini cukup untuk mempertahankan pamor acara yang sudah berjalan puluhan tahun? Atau justru akan mengubah identitas acara yang selama ini dikenal sebagai ajang dansa para selebritas papan atas? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: wajah baru Strictly 2026 akan menjadi ujian bagi adaptasi televisi tradisional di era digital.



