Pratikno Bantah Rumor Mundur: Saya Sedang Bertugas di Bromo
Baca dalam 60 detik
- Menko PMK Pratikno menepis isu pengunduran diri karena sakit, menegaskan dirinya tengah berada di lokasi kebakaran Gunung Bromo.
- Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi kesigapan pemerintah dalam penanganan karhutla, dengan fokus pada titik api yang tersisa.
- Klarifikasi ini diharapkan meredam spekulasi di publik dan memperkuat soliditas Kabinet Merah Putih di tengah tugas krusial.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno membantah keras rumor yang menyebut dirinya mengajukan pengunduran diri dari Kabinet Merah Putih karena alasan kesehatan. Saat dihubungi wartawan di sela kunjungan kerjanya, Selasa, ia menegaskan tengah bertugas memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
โEnggak sakit, mundur enggak. Lagi bertugas kok,โ ujar Pratikno singkat. Penegasan ini sekaligus menjawab spekulasi yang beredar di publik, sekaligus menunjukkan bahwa dirinya tetap aktif menjalankan tanggung jawabnya. Sejak pagi, ia terbang menuju Malang sekitar pukul 06.30 WIB, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke area terdampak karhutla untuk menggelar rapat koordinasi percepatan pemadaman.
Data terbaru menunjukkan terdapat 36 titik kebakaran yang sempat muncul, namun kini tersisa dua titik api yang masih membutuhkan penanganan intensif. Pratikno menegaskan pemerintah akan terus mempertahankan bantuan water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga api benar-benar padam. Ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Pangdam setempat untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran ke lahan hutan lain.
Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) yang biasanya menjadi andalan untuk memicu hujan buatan belum dapat dilakukan. Pratikno menjelaskan, kendala utamanya adalah ketiadaan awan di lokasi karhutla. โKita perkirakan, sesuai ramalan cuaca, empat hari lagi ada awan untuk bisa OMC,โ katanya. Keterbatasan ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman, mengingat kondisi geografis Bromo yang sulit dijangkau.
Klarifikasi serupa juga disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menegaskan bahwa Pratikno dalam keadaan sehat dan tidak ada kabar mengenai pengunduran diri. โSehat, yang saya tahu sehat. Nggak ada kabar bahwa beliau sedang sakit, apalagi mengundurkan diri. Sakit saja enggak,โ kata Prasetyo. Pernyataan ini memperkuat posisi Pratikno di tengah kabar yang beredar.
Rumor yang menyebut Pratikno mundur karena sakit sejatinya tidak berdasar. Namun, isu semacam ini kerap muncul di tengah dinamika politik yang sensitif. Kehadiran langsung Pratikno di lokasi bencana menjadi bukti nyata komitmennya, sekaligus meredam spekulasi yang dapat mengganggu konsentrasi pemerintah dalam penanganan karhutla. Bagi publik, kejelasan status pejabat publik penting untuk menjaga kepercayaan terhadap kinerja kabinet.
Kebakaran di Gunung Bromo sendiri telah menjadi perhatian nasional karena dampaknya terhadap ekosistem dan pariwisata. Upaya pemadaman yang melibatkan berbagai instansi menunjukkan keseriusan pemerintah. Namun, kendala cuaca dan medan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Pertanyaannya, akankah langkah-langkah antisipasi ini cukup untuk mencegah meluasnya kebakaran, terutama sebelum musim kemarau berakhir?



