Kapten Milan Mangkir dari Pemakaman Baresi, Maignan dan Rabiot Perpanjang Liburan: Tanda Keretakan di San Siro?
Baca dalam 60 detik
- Mike Maignan dan Adrien Rabiot menunda kembali berlatih hingga 16 Agustus, hanya sepekan sebelum laga perdana Serie A melawan Torino.
- Keputusan ini memicu kekesalan suporter, apalagi pemain Inter yang tampil di Piala Dunia sudah bergabung dengan skuad asuhan Cristian Chivu.
- Sinyal ketidakpuasan Maignan, termasuk menghapus foto Milan di media sosial dan absen di pemakaman Franco Baresi, memunculkan spekulasi soal masa depannya.

Kegelisahan mulai menyelimuti kubu AC Milan menjelang dimulainya Serie A 2026-27. Dua pilar utama, kiper sekaligus kapten Mike Maignan dan gelandang senior Adrien Rabiot, memutuskan memperpanjang masa liburan mereka hingga 16 Agustus โ tepat sepekan sebelum laga pembuka melawan Torino. Keputusan ini memicu tanda tanya besar, terutama di tengah persiapan yang belum tuntas di bawah pelatih baru, Ruben Amorim.
Milan memang tengah berada dalam situasi yang tidak ideal. Dengan kurang dari dua pekan menuju kompetisi resmi, skuad inti belum sepenuhnya solid. Amorim, yang baru tiba, masih membutuhkan tambahan pemain, tetapi langkah tersebut terganjal oleh kebutuhan untuk melepas sejumlah nama besar. Nasib Rafael Leao pun masih menggantung, menjadi salah satu teka-teki yang belum terjawab hingga bursa transfer ditutup.
Keterlambatan Maignan dan Rabiot jelas bukan kabar yang diharapkan. Keduanya terlibat hingga babak akhir Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis, sehingga mereka mendapat jatah libur lebih panjang. Namun, perpanjangan yang mereka ambil โ dari jadwal awal 14 Agustus menjadi 16 Agustus โ dianggap kurang elok oleh sebagian pendukung. Apalagi, dua pemain Inter Milan yang juga tampil di Piala Dunia, Lautaro Martinez dan John Stones, sudah lebih dulu berlatih bersama tim di bawah arahan Cristian Chivu.
Yang lebih memprihatinkan, sikap Maignan belakangan ini menunjukkan gelagat kurang nyaman di San Siro. Kiper asal Prancis itu dikabarkan tidak menghadiri pemakaman legenda klub, Franco Baresi, pekan lalu. Tindakan ini memicu spekulasi bahwa ia mungkin mempertimbangkan hengkang. Sementara itu, Rabiot sempat menegaskan akan kembali dan bertemu dengan Amorim untuk 'melanjutkan perjuangan' pada musim ini. Namun, perbedaan sikap keduanya menciptakan ketidakpastian di ruang ganti.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mengingatkan pada pentingnya kesiapan mental dan fisik di awal musim. Keterlambatan pemain kunci bisa berdampak pada ritme permainan tim, terutama saat menghadapi lawan yang sudah lebih siap. Di sisi lain, keputusan Maignan untuk membersihkan jejak digitalnya dari Milan sering kali menjadi indikasi awal seorang pemain ingin pindah. Jika benar, Milan harus segera mencari pengganti yang setara, sebuah tugas yang tidak mudah di tengah keterbatasan finansial.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk diikuti karena AC Milan memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Kinerja tim di awal musim akan menentukan daya saing mereka di papan atas Serie A, yang selalu menjadi tontonan menarik. Selain itu, keputusan transfer pemain bintang seperti Maignan bisa memengaruhi dinamika pasar dan strategi klub-klub lain, termasuk yang berpotensi merekrut pemain Asia Tenggara.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Amorim mampu menenangkan situasi dan memaksimalkan potensi skuadnya? Atau justru krisis internal ini akan menjadi awal dari musim yang mengecewakan? Jawabannya akan mulai terlihat saat Milan turun ke lapangan melawan Torino, dan publik menanti apakah Maignan serta Rabiot benar-benar siap memberikan segalanya untuk seragam merah-hitam.



