Joan Jett Jalani Operasi Tulang Belakang, Dua Konser September Dibatalkan
Baca dalam 60 detik
- Joan Jett menjalani operasi ortopedi untuk memperbaiki patah tulang belakang dan memulai terapi fisik.
- Dua konser September di Costa Mesa dan Louisville dibatalkan; Cheap Trick menggantikan di Costa Mesa.
- Kekhawatiran atas dampak tur panjang pada kesehatan musisi veteran kembali mengemuka.

Joan Jett, ikon rock yang dikenal lewat hits seperti "I Love Rock 'n' Roll", tengah menjalani masa pemulihan setelah menjalani operasi tulang belakang. Prosedur tersebut dilakukan untuk memperbaiki fraktur pada vertebra yang dialaminya akibat cedera. Kabar ini tentu mengejutkan para penggemar yang telah lama menantikan aksi panggung sang musisi.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosialnya, Jett mengonfirmasi bahwa ia harus membatalkan dua konser yang dijadwalkan pada September mendatang. Pertunjukan di Pacific Amphitheatre, Costa Mesa, California, pada 5 September serta penampilannya di festival Bourbon and Beyond di Louisville, Kentucky, pada 24 September terpaksa batal. Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan tim dokter, demi memastikan pemulihan yang optimal.
Manajemen venue di Costa Mesa telah mengumumkan bahwa band Cheap Trick akan mengisi posisi Jett pada tanggal tersebut, dengan X sebagai pembuka. Tiket yang sudah dibeli tetap berlaku untuk pertunjukan pengganti, sementara penonton yang menginginkan refund dapat menghubungi titik pembelian masing-masing. Sementara itu, festival Bourbon and Beyond tetap berlangsung dengan lineup yang mencakup Foo Fighters, Queens of the Stone Age, Mumford and Sons, Chris Stapleton, dan Kacey Musgraves.
Kabar ini menyoroti tantangan fisik yang dihadapi musisi veteran yang telah berkarier puluhan tahun. Jett, yang kini berusia 67 tahun, sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa perjalanan tur yang panjang meninggalkan "wear and tear" pada tubuhnya. Dalam wawancara dengan USA Today tahun lalu, ia mengaku tidak pernah berolahraga secara khusus di masa muda karena mengandalkan tubuh atletisnya. Namun, seiring bertambahnya usia, ia mulai rutin berjalan kaki, mengangkat beban, dan memperkuat otot inti untuk menjaga kebugaran.
Operasi ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, para musisi menghadapi risiko cedera yang serius. Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi fenomena ini juga relevan dengan industri musik lokal. Banyak musisi Tanah Air yang kerap melakukan tur panjang tanpa memperhatikan kesehatan fisik, sehingga kasus seperti ini bisa menjadi pelajaran berharga.
Jett sendiri menyatakan dalam pernyataannya bahwa ia "benci mengecewakan penggemar", namun ia akan memanfaatkan waktu ini untuk fokus pada terapi fisik dan penyembuhan. Ia berharap dapat kembali tampil dengan energi penuh di masa mendatang. Sikap profesional ini patut diapresiasi, mengingat banyak artis yang memaksakan diri dan justru memperburuk kondisi kesehatannya.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana industri musik akan mengakomodasi kebutuhan kesehatan para musisi senior. Apakah akan ada perubahan dalam jadwal tur atau sistem pendukung yang lebih baik? Kasus Joan Jett bisa menjadi momentum untuk mendiskusikan hal ini secara lebih serius, baik di kancah global maupun di Indonesia.



