Alison Brie Temukan Kadal 'Dino' di Halaman, Satukan Kembali dengan Pemiliknya
Baca dalam 60 detik
- Aktris Alison Brie menemukan seekor kadal berjanggut di halaman belakang rumahnya dan mengembalikannya kepada pemiliknya setelah dua bulan hilang.
- Kadal tersebut menempuh perjalanan lebih dari 1,5 mil sebelum ditemukan, menurut suaminya Dave Franco dalam wawancara di The Drew Barrymore Show.
- Kisah ini menyoroti pentingnya komunitas lokal dan media sosial dalam menemukan hewan peliharaan yang hilang.

Alison Brie, aktris yang dikenal lewat serial Mad Men dan Masters of the Universe, menemukan seekor kadal berjanggut (bearded dragon) di halaman belakang rumahnya. Setelah mencari tahu asal hewan tersebut, ia berhasil mengembalikannya kepada pemiliknya yang telah kehilangan reptil itu selama dua bulan. Kadal itu ternyata menempuh perjalanan sejauh lebih dari satu setengah mil sebelum akhirnya mendarat di kediaman Brie.
Peristiwa ini terungkap dalam wawancara suami Brie, aktor Dave Franco, di acara The Drew Barrymore Show. Franco menceritakan bahwa saat itu ia sedang tidak di rumah ketika Brie meneleponnya dan berkata, “Ada dinosaurus di teras belakang kami.” Brie awalnya mengira hewan itu lapar dan mencoba memberinya selada. Namun, ia kemudian menyadari bahwa kadal tersebut kemungkinan adalah hewan peliharaan seseorang.
Brie lantas memotret kadal itu dan mengunggahnya ke forum lingkungan. Tak lama kemudian, pemiliknya merespons. “Seseorang berkata, ‘Itu kadal berjanggut saya.’ Jadi dia mengembalikannya kepada pemiliknya,” ujar Franco. Dari pemilik tersebut, Brie mengetahui bahwa kadal itu telah hilang selama dua bulan dan telah menjelajah sejauh sekitar 1,5 mil. “Itu benar-benar sebuah odisei,” tambah Franco. Kadal itu diketahui bernama Little Boy.
Kisah ini bukan sekadar kejadian unik di dunia selebriti. Di Indonesia, kasus hewan peliharaan yang hilang juga kerap terjadi, terutama untuk reptil eksotis seperti kadal berjanggut yang semakin populer di kalangan penghobi. Menurut data dari komunitas reptil Indonesia, angka kehilangan kadal berjanggut cenderung meningkat seiring naiknya minat terhadap hewan eksotis. Sayangnya, tingkat pengembalian hewan yang hilang masih rendah karena kurangnya identifikasi seperti microchip atau tanda pengenal.
Metode yang dilakukan Brie—memanfaatkan forum lingkungan—sebenarnya bisa menjadi pelajaran bagi pemilik hewan di Indonesia. Di era digital, grup media sosial seperti Facebook dan WhatsApp sering menjadi tempat pertama orang mencari hewan hilang. Namun, tanpa penanda yang jelas, upaya tersebut sering kali sia-sia. Beberapa komunitas di Indonesia mulai mengampanyekan pemasangan microchip untuk reptil peliharaan, meskipun biayanya masih dianggap mahal oleh sebagian penghobi.
“Kami selalu menyarankan pemilik untuk memberi tanda pengenal, setidaknya foto terbaru dan ciri khas, agar mudah dikenali jika hilang,” ujar seorang anggota komunitas reptil Jakarta.
Dalam wawancara yang sama, Franco juga mengungkapkan sisi lain kehidupan rumah tangganya dengan Brie. Ketika keduanya sedang tidak syuting, mereka menikmati hari Minggu dengan bersantai di tempat tidur, menonton film, dan makan donat. “Karena kami harus sering berpisah untuk bekerja, saat kami sama-sama di kota, kami benar-benar menyisihkan hari Minggu untuk bersama,” katanya. Mereka bahkan bisa menonton empat film dalam sehari sambil ditemani kucing-kucing mereka.
Kisah Brie dan Little Boy menunjukkan bagaimana tindakan kecil seperti mengunggah foto ke forum lingkungan dapat membawa hasil besar. Di Indonesia, dengan populasi hewan peliharaan yang terus bertambah, kesadaran akan pentingnya identifikasi dan peran komunitas menjadi kunci. Apakah ke depannya akan ada lebih banyak pemilik hewan yang proaktif memasang microchip atau setidaknya bergabung dengan komunitas untuk meningkatkan peluang menemukan hewan kesayangan mereka?



