LRT Jakarta Fase 1B Hampir Rampung, Target Beroperasi Agustus: Integrasi Transportasi Ibu Kota Makin Terkoneksi
Baca dalam 60 detik
- Progres konstruksi LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah menembus 97,99 persen, dengan penyelesaian ditargetkan pada Agustus ini.
- Proyek senilai Rp4,1 triliun ini akan menghadirkan lima stasiun baru yang dirancang terintegrasi dengan moda transportasi lain, memperkuat jaringan angkutan massal Jakarta.
- Keberhasilan fase ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang efisien dan berkelanjutan.

Progres pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai telah menyentuh angka 97,99 persen. Dengan target penyelesaian pada Agustus ini, proyek senilai Rp4,1 triliun itu diharapkan segera beroperasi dan menjadi tonggak baru dalam transformasi transportasi publik Ibu Kota.
Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Paulus Budi Kartiko, mengungkapkan bahwa timnya kini tengah memfokuskan diri pada pemulihan kondisi lokasi kerja serta penyambungan rel di area Double-Double Track (DDT). Sementara itu, untuk jalur arah barat (west bound), trek telah tersambung utuh, dan pengerjaan pintu masuk di setiap stasiun masih dalam tahap akhir.
LRT Jakarta Fase 1B akan memiliki lima stasiun baru, yaitu Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Seluruh stasiun tersebut dirancang untuk terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum lainnya, seperti Transjakarta, KRL Commuter Line, dan moda berbasis rel lainnya. Integrasi ini menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem transportasi massal yang seamless bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Paulus menambahkan, pihaknya bersama Jakarta Propertindo (Jakpro) secara rutin melakukan rangkaian uji coba dan komisioning (Test and Commissioning/T&C) sistem perkeretaapian. Uji coba tersebut meliputi uji jalur sepanjang 3,6 kilometer, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. "Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan memudahkan mobilitas warga dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan LRT Jakarta Fase 1B selesai pada bulan ini dan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Peresmian ini diharapkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang modern, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Bagi warga Jakarta, selesainya LRT Fase 1B bukan sekadar tambahan moda transportasi. Ini adalah bagian dari upaya besar mengurangi kemacetan kronis dan polusi udara yang selama ini menjadi masalah utama. Dengan integrasi yang baik, warga dari kawasan timur Jakarta seperti Velodrome dan Rawamangun dapat dengan mudah menjangkau pusat kota dan stasiun Manggarai yang menjadi titik transit penting menuju daerah penyangga seperti Depok dan Bogor.
Kehadiran LRT ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai properti di sepanjang koridor Velodrome-Manggarai, seiring dengan meningkatnya aksesibilitas. Pengalaman dari kota-kota besar dunia menunjukkan bahwa investasi pada transportasi publik kerap memicu pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya. Namun, keberhasilan ini juga bergantung pada ketersediaan angkutan pengumpan (feeder) yang memadai dan kebijakan yang mendukung pengguna transportasi umum, seperti integrasi tarif.
Meski progresnya hampir sempurna, tantangan tetap ada. Penyambungan rel di area DDT dan penyelesaian pintu masuk stasiun harus dipastikan selesai tepat waktu. Selain itu, uji coba sistem yang komprehensif menjadi kunci untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang. Pertanyaannya, akankah LRT Fase 1B benar-benar mampu mengubah kebiasaan warga Jakarta yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan beroperasinya moda transportasi ini dan evaluasi terhadap minat masyarakat.



