Narji Cagur Turun ke Lebak, PSI Banten Kebut Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Baca dalam 60 detik
- Komedian Narji Cagur memulai blusukan konsolidasi PSI di Banten, menyerap aspirasi warga Lebak dan Pandeglang.
- Partai pimpinan Kaesang Pangarep ini menargetkan pembentukan 1.500 pengurus ranting di Banten, dengan 1.200 di antaranya sudah terbentuk.
- Langkah ini menjadi sinyal keseriusan PSI membangun mesin politik akar rumput untuk menghadapi kontestasi 2029.

Komedian Narji Cagur memilih meninggalkan panggung hiburan Jakarta dan terbang ke ujung barat Pulau Jawa untuk blusukan politik. Jumat lalu, ia terlihat berada di Kabupaten Lebak, Banten, dalam rangka konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) โ sebuah langkah yang menegaskan perannya bukan sekadar bintang tamu, melainkan bagian dari mesin politik partai berlambang bunga mawar itu.
Kehadiran Narji di Lebak bukan tanpa alasan. Ia datang bersama jajaran pengurus PSI Banten untuk menyerap langsung keluhan dan harapan warga, sekaligus memastikan struktur partai di tingkat paling bawah siap menghadapi Pemilu 2029. "Kami menampung aspirasi masyarakat, bahkan ada yang ingin dikunjungi pengurus DPW, namun kondisi di sana sulit. Itu menjadi masukan bagi kita," ujarnya di sela-sela pertemuan dengan pengurus DPD PSI Lebak.
Kunjungan ini merupakan bagian dari safari politik yang lebih luas. Sebelum Lebak, Narji bersama rombongan telah menyambangi DPD PSI Pandeglang. Dua kabupaten ini masuk dalam daerah pemilihan (dapil) Banten 1 dan 2, yang selama ini menjadi perhatian serius PSI. Ketua Dewan Pembina PSI Banten, Iyan Pribadi, menegaskan bahwa pendekatan langsung ke lapangan adalah strategi utama partai untuk mendengarkan denyut masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda internal kepengurusan.
Yang menarik, Narji mengaku rela menunda pekerjaannya di Jakarta โ termasuk jadwal manggung bersama Ayu Ting Ting โ demi mengikuti agenda partai. "Keseriusan saya bergabung dengan PSI bukan main-main. Ini langkah untuk bekerja dan membesarkan partai," katanya. Pernyataan ini seakan menjawab skeptisisme publik yang kerap memandang keterlibatan figur publik di politik hanya sebagai strategi pencitraan belaka.
Di balik hingar-bingar kedatangan sang komedian, konsolidasi ini menyimpan agenda strategis yang lebih dalam. Ketua DPW PSI Banten, Hafiz Ardianto, membeberkan bahwa struktur partai di tingkat DPD kabupaten/kota dan DPC kecamatan telah terbentuk 100 persen. Kini fokus diarahkan pada pembentukan pengurus ranting hingga tingkat desa dan kelurahan, yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.500. Dari angka tersebut, 1.200 ranting telah terbentuk, dan sisanya ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Langkah PSI ini patut dibaca dalam konteks peta politik nasional. Dengan kepemimpinan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, partai ini tengah berupaya melebarkan sayap dari basis perkotaan ke daerah-daerah. Banten, dengan populasi lebih dari 13 juta jiwa dan kedekatan geografis dengan Jakarta, menjadi laboratorium politik yang ideal. Kehadiran figur populer seperti Narji diharapkan mampu menarik simpati pemilih muda dan kelas menengah yang selama ini menjadi ceruk elektoral PSI.
Namun, tantangan tidak kecil. PSI pada Pemilu 2024 hanya meraih 2,8 persen suara nasional, jauh di bawah ambang batas parlemen 4 persen. Untuk itu, konsolidasi akar rumput menjadi harga mati. "Kami sekarang di PSI benar-benar bekerja serius dan fokus untuk melayani masyarakat," tegas Iyan. Targetnya bukan sekadar kursi parlemen, tetapi menjadikan PSI sebagai partai besar yang diperhitungkan.
Bagi pengamat politik, manuver Narji dan kawan-kawan ini menunjukkan pergeseran strategi PSI dari pendekatan digital yang sempat digaungkan ke model konvensional ala partai mesin. Pertanyaannya, apakah popularitas figur publik cukup untuk menutup kekurangan infrastruktur partai di tingkat desa? Atau justru sebaliknya, kehadiran mereka akan mempercepat penetrasi PSI ke wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh? Jawabannya akan terlihat dalam dua tahun ke depan, saat kontestasi 2029 semakin dekat.



