Douglas Luiz Tolak Everton demi Bertahan di Juventus: Isyarat Kebangkitan Karier?
Baca dalam 60 detik
- Gelandang asal Brasil itu menampik pendekatan langsung Everton dan memilih bertahan di Turin.
- Keputusan ini mengakhiri spekulasi kepindahan ke Premier League, memberi sinyal kepercayaan diri yang mulai pulih.
- Langkah tersebut membuka peluang bagi Everton untuk mengalihkan fokus ke target lain seperti Pavel Sulc dan Liam Delap.

Gelandang Juventus, Douglas Luiz, secara terbuka menegaskan niatnya untuk bertahan di klub asal Turin tersebut pada bursa musim panas ini, menolak tawaran yang diajukan Everton. Keputusan ini tidak hanya mengakhiri spekulasi kepindahannya ke Liga Primer Inggris, tetapi juga menjadi penanda penting dalam upaya pemain Brasil itu memulihkan performa terbaiknya setelah dua musim yang penuh gejolak.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport yang dikutip Sport Witness, Everton telah melakukan kontak langsung dengan agen Luiz untuk membahas kemungkinan transfer. The Toffees, yang baru saja mengamankan jasa Christian Norgaard, tampaknya masih mengincar tambahan amunisi di lini tengah. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemain berusia 27 tahun itu, yang justru merasa semakin yakin dengan proyek yang sedang dibangun pelatih Luciano Spalletti di Juventus.
Keputusan Luiz ini menjadi pukulan telak bagi Everton, terutama mengingat performa impresif yang ditunjukkannya selama pramusim. Dalam tiga laga uji coba yang dijalani Juventus, ia tampil penuh dan mulai menunjukkan kilau yang sempat hilang sejak meninggalkan Aston Villa. Padahal, sebelumnya ia sempat dipinjamkan kembali ke Villa Park dan Nottingham Forest, namun gagal menemukan ritme permainan terbaiknya.
Konteks Indonesia: Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan betapa dinamisnya bursa transfer Eropa, di mana keputusan pemain sering kali dipengaruhi oleh faktor non-finansial seperti kepercayaan pelatih dan stabilitas klub. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk di Indonesia, bahwa membangun kepercayaan jangka panjang kepada pemain lebih berharga daripada sekadar tawaran finansial.
Perjalanan karier Luiz sejak meninggalkan Villa Park memang penuh liku. Setelah diboyong Juventus dengan harga mahal, ia kesulitan menembus skuad utama di bawah asuhan Thiago Motta, yang lebih memilih pemain lain. Masalah kebugaran dan minimnya kepercayaan pelatih membuatnya terpinggirkan. Pinjaman ke Nottingham Forest pun berakhir lebih awal akibat cedera hamstring. Kembali ke Villa pada Januari lalu juga tidak membawa perbaikan berarti, hingga akhirnya ia kembali ke Turin dengan status yang tidak jelas.
Namun, musim panas ini menjadi titik balik. Di bawah arahan Spalletti, Luiz mendapatkan kesempatan emas untuk membuktikan diri. Ia mengaku pekerjaan yang dilakukan selama tiga minggu terakhir membantunya memahami permainan dan berkembang, baik dalam latihan maupun pertandingan. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa ia merasa dihargai dan percaya diri untuk bersaing memperebutkan tempat utama di lini tengah Juventus.
"Pekerjaan yang dilakukan selama tiga minggu terakhir membuat saya memahami banyak hal dan memungkinkan saya untuk berkembang dalam latihan dan pertandingan. Saya semakin yakin bahwa saya bisa bertahan di klub ini," ujar Luiz.
Bagi Everton, kegagalan mendapatkan Luiz memaksa mereka untuk segera mencari alternatif. Dengan kurang dari satu bulan menuju penutupan bursa transfer, manajemen klub asal Merseyside itu harus bergerak cepat. Nama-nama seperti Pavel Sulc dan Liam Delap disebut-sebut sebagai target berikutnya. Pertanyaannya, apakah mereka mampu mengamankan salah satu dari dua pemain tersebut untuk memperkuat skuad di musim 2025/26? Hanya waktu yang akan menjawab.



