Keretakan Keluarga Beckham Makin Nyata: Brooklyn dan Nicola Ganti Tanggal Anniversary
Baca dalam 60 detik
- Pasangan Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz secara resmi mengalihkan perayaan anniversary ke momen pembaruan janji suci 2025, meninggalkan tanggal pernikahan mewah 2022 yang dianggap penuh kenangan buruk.
- Keputusan ini mempertegas jarak emosional dengan keluarga Beckham, menyusul pernyataan publik Brooklyn yang menuding ibunya, Victoria, merusak momen penting pernikahannya.
- Langkah ini berpotensi memicu spekulasi tentang masa depan hubungan Brooklyn dengan orang tuanya, sekaligus menjadi sorotan media hiburan global dan Indonesia.

Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz dikabarkan telah mengambil keputusan simbolis yang menegaskan jarak mereka dari keluarga Beckham: mereka kini secara resmi merayakan hari jadi pernikahan berdasarkan momen pembaruan janji suci pada Agustus 2025, bukan pesta megah April 2022 yang dihadiri 500 tamu di Florida. Keputusan ini bukan sekadar soal tanggal, melainkan cermin dari retakan panjang yang tak kunjung sembuh antara putra sulung David Beckham dengan orang tuanya.
Menurut laporan The Sun, pasangan ini menganggap pernikahan pertama mereka sebagai sumber trauma, bukan kebahagiaan. Seorang sumber menyebut Nicola menangis saat acara tersebut, dan keduanya tidak ingin diingatkan pada momen itu. Sebaliknya, pembaruan janji suci yang digelar privat pada 2025โhanya dihadiri keluarga Nicola dan teman dekat, tanpa kehadiran Beckhamโjustru membekas sebagai kenangan indah. Kini, tanggal itulah yang mereka rayakan secara publik, termasuk melalui unggahan mesra di Instagram pekan ini.
Keputusan ini merupakan kelanjutan dari pernyataan publik Brooklyn beberapa bulan lalu yang mengejutkan publik. Dalam pernyataannya, ia menuding Victoria Beckham, ibunya, melakukan intervensi berlebihan dalam pernikahannya, termasuk mengklaim ibunya menari secara tidak pantas saat first dance dan memanggilnya "evil" karena masalah tempat duduk nenek. Tuduhan-tuduhan ini belum mendapat respons resmi dari David dan Victoria, yang justru memilih bungkam.
Fenomena ini menarik untuk dicermati, terutama di era media sosial yang serba transparan. Keputusan Brooklyn untuk "mengganti" tanggal anniversary adalah bentuk komunikasi nonverbal yang kuat, sekaligus strategi untuk membangun narasi baru tentang pernikahannya yang lepas dari bayang-bayang keluarga besarnya. Psikolog keluarga menilai langkah ini bisa menjadi mekanisme koping untuk melepaskan diri dari tekanan publik dan memulihkan kebahagiaan pribadi.
Bagi penggemar di Indonesia, kisah ini mungkin terasa jauh, tetapi pola konflik keluarga selebritas yang terekspos publik memiliki resonansi universal. Di tengah budaya yang masih menjunjung tinggi ikatan keluarga, keputusan Brooklyn bisa memicu perdebatan tentang batas antara loyalitas keluarga dan kesehatan mental individu. Media hiburan Tanah Air pun kerap memberitakan dinamika serupa, menunjukkan bahwa isu ini relevan melampaui batas geografis.
Meski demikian, pertanyaan besar tetap menggantung: akankah ada rekonsiliasi? David dan Victoria dikenal sebagai figur publik yang menjaga citra, tetapi belum ada tanda-tanda mereka akan menanggapi tuduhan putranya secara terbuka. Sementara itu, Brooklyn dan Nicola terus membangun kehidupan di California, tampak bahagia dan jauh dari pusaran drama keluarga. Langkah mereka untuk menetapkan tanggal baru sebagai hari bahagia bisa jadi adalah titik awal untuk menutup babak lamaโatau justru memperdalam jurang yang ada.



