Pakistan Akhirnya Putus Puasa Kemenangan Tandang, Imbangi West Indies 1-1
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan delapan wicket di Port of Spain mengakhiri delapan kekalahan beruntun Pakistan di laga tandang.
- Abdullah Shafique mencetak 160 run tidak terkalahkan, torehan tertinggi pemain Pakistan di Karibia sejak 1977.
- Hasil ini memperpanjang tren tiga seri terakhir Pakistan vs West Indies yang selalu berakhir imbang 1-1.

Pakistan akhirnya memutus rentetan delapan kekalahan beruntun di laga tandang setelah menaklukkan West Indies dengan selisih delapan wicket pada pertandingan kedua di Port of Spain, Rabu (5/8). Kemenangan ini sekaligus menyamakan kedudukan seri menjadi 1-1, sebuah hasil yang terasa manis bagi skuad asuhan Babar Azam yang baru kembali memegang ban kapten sebulan terakhir.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Pakistan di luar kandang sejak Juli 2023, saat mereka menundukkan Sri Lanka. Namun, jalan menuju kemenangan tidaklah mulus. Pada hari ketiga, West Indies sempat memberi perlawanan sengit, tetapi off-spinner Sajid Khan tampil gemilang dengan memungut empat wicket dan membuat tuan rumah terpuruk di 103-6 saat stumps. Momentum itu kemudian disempurnakan oleh Ali Usman, yang membungkus innings West Indies pada pagi hari keempat, meninggalkan target tipis 75 run bagi Pakistan.
Di tengah tekanan, Abdullah Shafique menjadi pahlawan dengan mencetak 160 run tidak terkalahkan di innings pertama. Angka tersebut bukan sekadar statistik; ia menjadi pemain Pakistan pertama sejak 1977 yang mampu menembus 150 run dalam satu innings test di wilayah Karibia. Kontribusinya mengantarkan Pakistan memimpin 43 run pada innings pertama, sebuah modal berharga yang akhirnya menentukan hasil akhir.
Bagi pengamat kriket, kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti ketahanan mental tim yang sempat diragukan setelah serangkaian kegagalan di laga tandang. Babar Azam, yang kembali memimpin tim, menekankan pentingnya eksekusi rencana. "Kami puas dengan kemenangan ini. Yang terpenting, kami menjalankan rencana dengan baik, baik dari cara Shafique bermain di innings pertama maupun bagaimana para spinner tampil di innings kedua," ujarnya, seperti dikutip media internasional.
Shafique sendiri mengakui bahwa pertandingan ini terasa seperti debut baginya. "Saya telah bekerja keras selama setahun terakhir dan menunggu kesempatan ini. Kesempatan datang di waktu yang tak terduga, dan saya memanfaatkannya sebaik mungkin," katanya. Ia juga menambahkan bahwa sebagai profesional, ia harus terus berusaha untuk bangkit dan memberikan yang terbaik, meskipun peluang tidak selalu datang.
Bagi Indonesia, meskipun kriket bukan olahraga utama, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Pakistan, sebagai salah satu kekuatan kriket dunia, menunjukkan bahwa konsistensi dan kerja keras mampu mengubah nasib tim. Pelajaran ini relevan bagi tim-tim olahraga Indonesia yang kerap kesulitan di laga tandang, baik di level Asia Tenggara maupun internasional. Mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan Shafique dan kawan-kawan bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia.
Dengan hasil ini, Pakistan akan melenggang ke Inggris untuk menjalani seri tiga test yang dimulai di Leeds pada 19 Agustus. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka mempertahankan momentum positif ini? Atau justru performa apik di Karibia hanya menjadi kilatan sesaat? Jawabannya akan teruji di lapangan hijau Inggris yang terkenal menantang bagi tim tamu.



