Liverpool Siap Pecahkan Rekor Lagi: Barcola Jadi Target £100 Juta untuk Gantikan Salah?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan siap menggelontorkan dana sekitar £100 juta untuk merekrut winger PSG, Bradley Barcola, sebagai suksesor jangka panjang Mohamed Salah.
- PSG membanderol Barcola dengan harga selangit, sekitar £145 juta, menjadikannya salah satu transfer termahal dalam sejarah Premier League jika terealisasi.
- Data statistik menunjukkan Barcola memiliki profil yang mirip dengan Luis Diaz, dengan kemampuan mencetak gol dan pressing tinggi, namun harganya dianggap terlalu mahal oleh sebagian penggemar.

Liverpool dikabarkan siap memecahkan rekor transfer mereka lagi dengan menargetkan winger Paris Saint-Germain (PSG), Bradley Barcola, sebagai penerus Mohamed Salah. Klub asal Merseyside itu dilaporkan telah menyiapkan dana sekitar £100 juta, sementara PSG membanderol pemain Prancis berusia 23 tahun itu dengan harga yang jauh lebih tinggi, yakni £145 juta. Jika kesepakatan tercapai, Barcola akan menjadi pemain termahal ketiga dalam sejarah Liverpool, setelah Florian Wirtz dan Alexander Isak yang masing-masing didatangkan dengan nilai £116 juta dan £125 juta.
Minat Liverpool terhadap Barcola bukan tanpa alasan. Kepergian Mohamed Salah ke klub lain pada akhir musim lalu meninggalkan lubang besar di lini serang. Selama sembilan musim membela The Reds, pemain asal Mesir itu mencetak 257 gol dan menjadi ikon klub. Namun, dengan kepergian Salah, Liverpool membutuhkan pemain muda yang bisa mengisi posisi sayap kanan sekaligus memberikan ancaman gol yang konsisten. Barcola, yang dikenal dengan kecepatan dan kemampuannya melewati lawan, dianggap sebagai kandidat ideal.
Barcola telah membuktikan kualitasnya di panggung Eropa. Ia menjadi bagian penting dari kesuksesan PSG meraih dua gelar Liga Champions beruntun, meski lebih sering tampil sebagai pemain pengganti. Di level internasional, ia juga tampil impresif bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026, mencetak tiga gol termasuk satu gol saat kalah 4-6 dari Inggris di perebutan tempat ketiga. Namun, persaingan ketat di lini depan PSG, dengan kehadiran Khvicha Kvaratskhelia dan Desire Doue, membuat menit bermain Barcola terbatas. Kepindahan ke Anfield diyakini akan memberikan kesempatan bermain lebih banyak.
Dari sisi taktik, Barcola bukanlah pemain yang sama dengan Salah. Ia lebih sering beroperasi dari sisi kiri, meski juga bisa bermain di kanan atau sebagai penyerang tengah. Data dari Opta menunjukkan bahwa gaya bermainnya paling mirip dengan Luis Diaz, yang hengkang dari Liverpool musim panas lalu. Barcola memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, dengan rata-rata 3,5 tembakan per 90 menit di Ligue 1 musim lalu. Ia juga mencatatkan expected goals (xG) sebesar 9,83, menempatkannya di persentil ke-95 di antara pemain sayap di lima liga top Eropa. Kemampuannya dalam melakukan pressing juga patut diacungi jempol, berada di peringkat kesembilan untuk bola yang dimenangkan di sepertiga akhir lapangan.
Namun, harga yang diminta PSG dianggap terlalu berlebihan oleh sebagian penggemar. Beberapa komentar di media sosial menyebut bahwa Barcola hanyalah pemain pelapis di PSG dan tidak sebanding dengan nilai transfer yang fantastis. Ada juga yang meragukan ketahanan fisiknya karena sering diganti pada menit 60-70. Meski demikian, potensi jangka panjang Barcola tetap menarik. Ia baru berusia 23 tahun dan masih terus berkembang di bawah asuhan Luis Enrique. Jika Liverpool berhasil mendapatkannya, ia bisa menjadi investasi jangka panjang yang cerdas.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan betapa dinamisnya bursa transfer Eropa. Liverpool, yang musim lalu finis kelima di Premier League, jelas ingin kembali bersaing di papan atas. Kedatangan Barcola bisa menjadi sinyal bahwa The Reds serius membangun kembali skuad mereka. Namun, dengan harga yang sangat tinggi, keputusan ini juga berisiko. Apakah Barcola mampu tampil konsisten di liga yang lebih kompetitif seperti Premier League? Atau justru menjadi pemborosan besar seperti beberapa transfer mahal lainnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Liverpool tidak takut mengeluarkan uang besar untuk pemain yang mereka yakini bisa membawa tim kembali ke jalur juara.



