Manchester United Tunjuk Eva Olid sebagai Manajer Tim Putri: Era Baru dengan Fokus Pembinaan Pemain Muda
Baca dalam 60 detik
- Eva Olid, pelatih asal Spanyol, akan segera diumumkan sebagai manajer baru tim putri Manchester United menggantikan Marc Skinner.
- Kedatangan Olid menandai perubahan strategi rekrutmen United yang kini mengutamakan pemain muda dan pembinaan jangka panjang.
- Langkah ini diambil setelah kekhawatiran atas minimnya investasi skuad, dengan target awal memulai musim WSL melawan London City Lionesses pada 4 September.

Manchester United dikabarkan telah menunjuk Eva Olid, mantan pelatih Hearts, sebagai manajer baru tim putri mereka. Pelatih asal Spanyol berusia 40 tahun itu dijadwalkan bertemu dengan skuad pada Rabu ini, menandai babak baru bagi klub yang tengah berbenah setelah kepergian Marc Skinner pekan lalu.
Keputusan ini muncul hanya sebulan sebelum kompetisi Women's Super League (WSL) dimulai, sebuah langkah cepat yang menunjukkan keseriusan United dalam membangun fondasi yang lebih stabil. Skinner sendiri hengkang dengan kesepakatan bersama pada Senin, setelah lima tahun menahkodai tim. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil membawa United meraih trofi pertamanya, Piala FA Wanita 2024, serta menembus babak grup Liga Champions Wanita untuk pertama kalinya.
Namun, di balik prestasi tersebut, Skinner sempat menyuarakan kekhawatiran tentang minimnya investasi untuk skuad. Musim panas ini, United terbilang sepi dalam aktivitas transfer, sementara pendekatan rekrutmen mereka berubah drastis. Klub kini lebih fokus memburu pemain muda dengan harapan membangun kesuksesan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Sumber internal menyebutkan, salah satu syarat utama pengganti Skinner adalah pelatih yang memiliki rekam jejak dalam mengembangkan pemain.
Eva Olid datang dengan reputasi yang menarik. Ia berhasil membawa Hearts meraih gelar liga Skotlandia pertama mereka musim lalu, sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat klub tersebut sebelumnya hanya mampu finis di papan tengah. Sebelumnya, Olid sempat membawa Hearts ke final domestik pertama mereka pada Piala Skotlandia 2024, meski harus mengakui keunggulan Rangers. Ia bergabung dengan Hearts pada 2021 dan awalnya menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2026, namun kemudian sepakat untuk hengkang lebih awal.
Keputusan United untuk merekrut Olid tampaknya sejalan dengan filosofi baru klub yang mengedepankan pembinaan. Dengan pengalamannya di Hearts yang sering mengandalkan pemain muda, Olid dinilai cocok untuk mengembangkan potensi skuad yang ada. Namun, tantangan besar menantinya: ia harus segera beradaptasi dengan ritme WSL yang lebih kompetitif dan mempersiapkan tim untuk laga pembuka melawan London City Lionesses pada 4 September.
Bagi pengamat sepak bola wanita, langkah ini menjadi sinyal bahwa United tidak ingin tertinggal dalam persaingan WSL yang semakin ketat. Di Indonesia, perkembangan ini juga menarik untuk dicermati, mengingat sepak bola wanita nasional tengah berupaya meningkatkan kualitas kompetisi. Kehadiran pelatih asing seperti Olid di klub-klub Eropa bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan pelatih lokal, sekaligus menunjukkan pentingnya investasi pada pembinaan usia muda.
Pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah Olid mampu memenuhi ekspektasi tinggi di Old Trafford. Dengan dukungan manajemen yang kini lebih fokus pada pembangunan jangka panjang, ia memiliki kesempatan untuk membentuk skuad sesuai visinya. Namun, tekanan untuk meraih hasil instan tetap ada, terutama dengan basis penggemar yang besar. Mampukah ia membawa United bersaing di papan atas WSL dan kembali ke pentas Eropa? Musim ini akan menjadi ujian nyata bagi filosofi baru yang diusung klub.



