Inter Milan di Ambang Peralihan Kepemilikan: Oaktree Siap Lepas, Belanja Pemain Dipangkas
Baca dalam 60 detik
- Oaktree Capital dikabarkan mulai mencari pembeli untuk Inter Milan setelah berhasil memulihkan keuangan klub.
- Klub yang sempat merugi hingga โฌ245 juta pada 2021 kini mencatat surplus dua tahun beruntun, berkat restrukturisasi utang dan kendali biaya ketat.
- Kabar ini memicu spekulasi tentang dampaknya terhadap bursa transfer musim panas dan proyek stadion baru bersama AC Milan.

Inter Milan tengah bersiap menghadapi babak baru dalam sejarah kepemilikannya. Menurut laporan harian Italia, Corriere della Sera, dana investasi asal Amerika Serikat, Oaktree Capital, mulai menjajaki penjualan klub Serie A tersebut. Langkah ini disebut-sebut sebagai kelanjutan dari rencana awal mereka sejak mengambil alih klub dari raksasa bisnis China, Suning, pada musim panas 2024.
Oaktree awalnya hanya memberikan pinjaman kepada Suning. Namun, ketika perusahaan China itu gagal memenuhi kewajiban pembayarannya, Inter secara efektif berpindah tangan ke tangan Oaktree. Sejak saat itu, dana investasi tersebut diyakini memiliki misi ganda: memulihkan stabilitas keuangan Inter dan meningkatkan nilai jualnya sebelum akhirnya dilepas ke investor baru. Kini, waktu yang ditunggu-tunggu itu tampaknya semakin dekat. Corriere della Sera mengabarkan bahwa Oaktree telah memulai proses pencarian calon pembeli, meskipun tidak ada tenggat waktu yang mendesak.
Kabar ini muncul di tengah membaiknya kondisi finansial Inter. Untuk dua musim berturut-turut, klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza ini berhasil mencatatkan pendapatan yang melebihi biaya operasional. Sebuah pencapaian yang kontras dengan kerugian besar yang sempat mereka alami pasca-pandemi, mencapai โฌ245 juta pada 2021. Keberhasilan ini tidak lepas dari restrukturisasi utang yang dilakukan Oaktree serta pengelolaan biaya yang lebih ketat.
Selain itu, proyek pembangunan stadion baru yang akan digunakan bersama dengan rival sekota, AC Milan, juga disebut-sebut memasuki tahap konstruksi. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik klub di mata calon investor. Stadion baru diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang yang signifikan, baik dari tiket, sponsor, maupun fasilitas komersial lainnya.
Meski demikian, kabar penjualan ini membawa implikasi langsung terhadap kebijakan transfer Inter. Dengan keinginan untuk menjaga neraca keuangan tetap sehat, manajemen klub dikabarkan akan berhati-hati dalam membelanjakan dana di bursa transfer musim panas mendatang. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi para penggemar yang berharap Inter dapat memperkuat skuad untuk bersaing di level tertinggi, baik di domestik maupun Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Oaktree ini sejalan dengan strategi umum dana investasi global: membeli klub yang bermasalah, memulihkan kondisinya, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi. Inter, dengan sejarah besar dan basis penggemar yang loyal, dianggap sebagai aset yang menarik. Namun, proses penjualan ini tidak akan berjalan mulus tanpa tantangan. Regulasi keuangan UEFA (Financial Fair Play) dan dinamika politik di Italia bisa menjadi faktor yang memengaruhi minat calon pembeli.
Di sisi lain, kabar ini juga menggugah pertanyaan tentang masa depan pelatih Simone Inzaghi dan para pemain bintang. Jika Oaktree benar-benar menahan belanja, bukan tidak mungkin Inter akan lebih fokus pada pengembangan pemain muda atau mempertahankan skuad yang ada daripada melakukan pembelian mahal. Keputusan ini tentu akan berdampak pada daya saing Inter di musim depan, terutama jika rival-rival mereka seperti Juventus dan AC Milan justru aktif di bursa transfer.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menambah dinamika menarik dalam persaingan Serie A. Inter Milan memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indonesia, dan perubahan kepemilikan sering kali membawa perubahan arah klub, baik dari segi strategi maupun kebijakan transfer. Apakah Inter akan semakin agresif atau justru lebih konservatif? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: era baru di Inter Milan segera dimulai.



