Sacha Lewis, Adik Rico Lewis, Teken Kontrak Profesional Pertama di Manchester City
Baca dalam 60 detik
- Sacha Lewis, adik dari bek Timnas Inggris Rico Lewis, resmi menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Manchester City Women.
- Bek berusia 18 tahun itu merupakan lulusan akademi City dan berperan dalam keberhasilan timnya meraih gelar WSL musim lalu.
- Langkah ini menegaskan komitmen City dalam mengembangkan bakat muda, sekaligus membuka peluang bagi pemain Indonesia untuk menembus kompetisi Eropa.

Manchester City Women resmi mengikat Sacha Lewis, adik dari bek timnas Inggris Rico Lewis, dengan kontrak profesional pertamanya. Bek berusia 18 tahun itu menjadi bagian dari skuad yang musim lalu mengakhiri puasa gelar Liga Super Wanita (WSL) selama satu dekade.
Lewis, yang juga memperkuat timnas Inggris U-19, telah menempuh perjalanan panjang di akademi City sejak bergabung pada level U-14. Musim lalu, ia dua kali masuk dalam daftar susunan pemain saat City menjuarai WSL, meski belum sempat menjalani debut di tim senior. Ia juga tercatat dalam skuad yang menghadapi Chelsea pada semifinal Piala Liga Wanita.
Keputusan City untuk mempromosikan Lewis menjadi sorotan, terutama karena sang kakak, Rico, telah menjadi contoh nyata keberhasilan pembinaan usia muda di klub tersebut. Rico menembus tim utama City pada 2022 dan kini menjadi pemain penting di bawah asuhan Pep Guardiola. Namun, bagi Sacha, dukungan terhadap klub yang ia bela sejak kecil menjadi motivasi tersendiri.
"Ini luar biasa. Banyak kerja keras yang saya lakukan dan ini pencapaian yang hebat. Saya bangga," ujar Lewis setelah menandatangani kontrak. "Ini sangat berarti, lebih berarti lagi karena saya mendukung City. Berada di akademi ini, tidak banyak orang mendapat kesempatan ini, jadi saya sangat bersyukur."
Direktur sepak bola City, Therese Sjogran, menilai Lewis sebagai contoh gemilang bagi rekan-rekannya meski usianya masih muda. "Dia menunjukkan dedikasi dan sikap yang luar biasa, menjadi inspirasi di dalam dan luar lapangan," kata Sjogran.
Kiprah Lewis di kancah internasional juga patut diperhatikan. Sebagai bagian dari timnas Inggris U-19, ia memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak kakaknya yang telah lima kali membela timnas senior. Namun, jalan menuju tim utama City masih panjang, mengingat kompetisi di lini belakang cukup ketat.
Bagi pengamat sepak bola wanita, langkah City ini menegaskan tren klub-klub Eropa yang semakin serius dalam mengembangkan bakat muda. Di Indonesia, fenomena ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub seperti Persija dan Arema yang mulai membentuk tim wanita dapat meniru model pembinaan akademi ala City, yang tidak hanya fokus pada hasil instan tetapi juga keberlanjutan karier pemain.
Dengan dimulainya musim baru WSL pada 6 September, semua mata akan tertuju pada apakah Lewis akhirnya mendapatkan debut seniornya. Jika berhasil, ia akan menjadi simbol keberhasilan regenerasi di klub sekelas Manchester City, sekaligus inspirasi bagi ribuan pemain muda di Asia Tenggara yang bermimpi menembus liga top Eropa.



