Dzeko Perpanjang Kontrak di Schalke di Usia 40: Masih Lapar Gol di Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Edin Dzeko, kapten timnas Bosnia, meneken perpanjangan kontrak satu musim bersama Schalke, mengarungi musim profesional ke-23.
- Keputusan ini menegaskan ambisi sang striker untuk tetap kompetitif di kasta tertinggi Jerman, setelah sukses membawa Schalke promosi.
- Langkah Dzeko menjadi sinyal bagi klub-klub Eropa bahwa usia bukan halangan, sekaligus uji konsistensi performa di usia senja.

Edin Dzeko memutuskan tetap berlaga di pentas Bundesliga. Pada usia 40 tahun, kapten tim nasional Bosnia dan Herzegovina itu menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi satu musim bersama Schalke, memastikan dirinya akan berlaga di kasta tertinggi sepak bola Jerman pada musim 2026-2027. Keputusan ini sekaligus mengukuhkan komitmen sang striker untuk terus bermain di level tertinggi Eropa, meski usianya telah memasuki fase senja karier.
Dzeko bergabung dengan Schalke pada Januari 2026 dengan status bebas transfer dari Fiorentina. Kedatangannya langsung memberi dampak signifikan: ia menjadi motor kebangkitan tim yang sebelumnya terpuruk di divisi dua. Dalam 11 penampilannya di Bundesliga 2, Dzeko menyumbangkan enam gol dan berperan besar membawa Schalke meraih tiket promosi. Kini, tantangan yang lebih berat menanti di Bundesliga, dan Dzeko menegaskan bahwa rasa laparnya akan gol belum padam.
“Promosi ke Bundesliga adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya. Luar biasa. Sepak bola telah membuat saya bahagia dan terus mendorong saya sepanjang hidup. Saya masih lapar dan ingin membantu tim di Bundesliga,” ujar Dzeko, seperti dikutip dalam pernyataan resmi klub. Pernyataan ini menegaskan bahwa motivasi internal, bukan sekadar kontrak, yang mendorongnya bertahan.
Kiprah Dzeko di Bundesliga bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia pernah merumput bersama Wolfsburg pada musim 2010-2011 sebelum pindah ke Manchester City dengan nilai transfer sekitar 27 juta poundsterling. Pengalaman panjangnya di liga-liga top Eropa, termasuk Italia dan Inggris, menjadi aset berharga bagi skuat muda Schalke. Direktur sepak bola Schalke, Youri Mulder, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, diskusi dengan Dzeko menunjukkan sang pemain masih memiliki semangat juang tinggi. “Kami yakin dia bisa membantu kami di Bundesliga,” kata Mulder.
Keputusan Dzeko untuk bertahan di usia 40 tahun menempatkannya dalam jajaran pemain tertua yang pernah tampil di Bundesliga. Rekor pemain tertua masih dipegang oleh Klaus Fichtel, mantan bek Schalke, yang tampil di usia 43 tahun 184 hari. Sementara itu, rekor pencetak gol tertua dipegang Claudio Pizarro yang mencetak gol di usia 40 tahun 227 hari saat membela Werder Bremen melawan Borussia Dortmund. Dzeko, yang akan berusia 41 tahun pada Maret 2027, berpeluang memecahkan rekor tersebut jika terus bermain reguler.
Fenomena pemain senior yang tetap kompetitif di liga top Eropa sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ada nama-nama seperti Zlatan Ibrahimovic yang masih bermain di AC Milan di usia 41 tahun, atau Cristiano Ronaldo yang tetap produktif di Al-Nassr. Namun, keputusan Dzeko untuk bertahan di Bundesliga, salah satu liga dengan intensitas fisik tinggi, menunjukkan bahwa profesionalisme dan perawatan tubuh yang baik mampu memperpanjang usia karier pesepak bola.
Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi ada pelajaran yang bisa diambil. Liga Indonesia sendiri mulai dihuni oleh pemain-pemain senior yang masih berkontribusi besar, seperti Andik Vermansyah atau Bambang Pamungkas di masanya. Fenomena Dzeko bisa menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah batas untuk terus berprestasi, asalkan didukung oleh disiplin dan manajemen karier yang baik. Selain itu, keberadaan pemain senior di klub juga berperan sebagai mentor bagi pemain muda, sebuah pola yang bisa ditiru oleh klub-klub Indonesia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Dzeko mampu mempertahankan performa di Bundesliga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan divisi dua. Dengan usianya yang semakin menua, risiko cedera dan penurunan kecepatan menjadi tantangan nyata. Namun, jika melihat rekam jejaknya yang konsisten, bukan tidak mungkin Dzeko akan menjadi salah satu pemain tertua yang masih tampil reguler di liga top Eropa. Apakah ia akan mampu memecahkan rekor Fichtel? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: semangat Dzeko untuk terus bermain patut diacungi jempol.



