Romagnoli Batal ke Qatar, Lazio Berpeluang Pertahankan Kapten Baru
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan Alessio Romagnoli dengan Al-Sadd gagal total setelah pembekuan transaksi klub Qatar.
- Bek Italia itu kini lebih condong bertahan di Lazio, ditandai dengan ban kapten di laga uji coba.
- Minat Atalanta dan Sarri bisa mengubah arah, tetapi hubungan dengan Gattuso menjadi faktor penentu.

Kepindahan Alessio Romagnoli ke Al-Sadd batal di menit akhir, dan kini bek tengah Italia itu diprediksi tetap berseragam Lazio untuk musim 2024/2025. Situasi ini menjadi kejutan di bursa transfer Eropa, mengingat kesepakatan dengan klub Qatar itu sempat dikabarkan hampir rampung dengan nilai kontrak mencapai โฌ6 juta per musim.
Menurut laporan Sportal, Romagnoli sebenarnya sudah sepakat secara lisan dengan Al-Sadd untuk kontrak tiga tahun. Namun, transaksi tersebut gagal direalisasikan karena adanya pembekuan aktivitas transfer klub-klub Qatar ke luar negeri. Kebijakan ini dipicu oleh situasi politik regional pasca-meninggalnya mantan Emir Qatar, yang membuat klub-klub di negara itu kesulitan memproses transfer pemain asing.
Kegagalan tersebut justru menjadi berkah bagi Lazio. Romagnoli dilaporkan telah kembali bergabung dengan skuad asuhan Gennaro Gattuso dalam sesi pramusim. Yang lebih menarik, ia sempat mengenakan ban kapten saat Lazio menjalani laga uji coba melawan Avellino. Gestur ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pemain berusia 29 tahun itu akan bertahan di ibu kota Italia.
Hubungan emosional dengan Gattuso menjadi faktor kunci. Keduanya pernah bekerja sama di AC Milan, dan pelatih anyar Lazio itu dikenal sangat menghargai kemampuan Romagnoli. Kepercayaan yang diberikan Gattuso bisa menjadi alasan utama Romagnoli memilih bertahan, meski tawaran menggiurkan dari luar negeri sempat menggoda.
Namun, keputusan final belum diumumkan. Atalanta, yang kini ditangani mantan pelatih Lazio, Maurizio Sarri, dikabarkan ingin memboyong Romagnoli ke Bergamo. Sarri pernah bekerja sama dengan Romagnoli di Lazio dan mengenal betul kualitasnya. Ketertarikan ini bisa menjadi alternatif jika Romagnoli ingin tetap bermain di Serie A dengan ambisi baru.
Bagi Lazio, mempertahankan Romagnoli adalah prioritas. Dengan pengalaman dan kepemimpinannya, ia menjadi pilar penting di lini pertahanan. Kehadirannya juga memberikan stabilitas bagi skuad yang tengah dalam masa transisi di bawah Gattuso. Jika Romagnoli bertahan, Lazio bisa bernapas lega karena tidak perlu mencari pengganti di sisa bursa transfer.
Dari sudut pandang Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak karena menunjukkan betapa dinamisnya bursa transfer Eropa. Keputusan Romagnoli bisa memengaruhi persaingan di papan atas Serie A, yang kerap menjadi tontonan para pecinta sepak bola Tanah Air. Selain itu, kisah ini juga mengingatkan bahwa faktor non-teknis, seperti politik regional, bisa berdampak besar pada jalannya transfer pemain.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Romagnoli akan benar-benar menolak tawaran Atalanta dan memilih bertahan di Lazio. Jika ya, ia akan menjadi kapten yang diharapkan mampu membawa Lazio bersaing di kompetisi domestik dan Eropa. Namun, jika ia memutuskan pindah, Lazio harus segera mencari pengganti yang setara. Keputusan ini akan menjadi salah satu cerita menarik di akhir bursa transfer musim panas ini.



