Chelsea Akhirnya Lepas Trevoh Chalobah ke Como, Nilai Transfer Terungkap
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan lisan antara Chelsea dan Como untuk Trevoh Chalobah mencapai £26 juta, plus bonus £5 juta.
- Bek Inggris berusia 27 tahun itu menjadi pemain dengan menit terbanyak di lini belakang Chelsea musim lalu.
- Kedatangan Maxence Lacroix dan ambisi Como di Liga Champions menjadi pemicu utama kepindahan ini.

Chelsea akhirnya mencapai kata sepakat dengan Como untuk melepas bek tengah Trevoh Chalobah. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa kedua klub telah menyetujui nilai transfer sebesar £26 juta di muka, dengan tambahan bonus hingga £5 juta. Kesepakatan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang pemain akademi yang telah membela The Blues sejak usia delapan tahun.
Chalobah bukan nama asing di Stamford Bridge. Sebelum menembus tim utama, ia menjalani masa peminjaman di Ipswich Town, Huddersfield Town, dan Lorient, dengan total 112 penampilan. Ia sempat berposisi sebagai gelandang sebelum akhirnya menetap di lini pertahanan. Debutnya bersama tim senior terjadi pada 2021 di bawah asuhan Thomas Tuchel, tepatnya saat Chelsea menjuarai Piala Super UEFA melawan Villarreal. Tiga hari kemudian, ia mencetak gol spektakuler ke gawang Crystal Palace di Premier League.
Namun, kariernya di Chelsea tidak pernah mulus. Silih bergantinya pelatih dan belanja besar-besaran klub untuk bek tengah membuat Chalobah kerap terpinggirkan. Ia sempat dipinjamkan ke Crystal Palace pada musim 2023-2024, tetapi ditarik kembali pada Januari karena Chelsea kekurangan pemain bertahan. Musim lalu, ia justru menjadi bek tengah dengan menit bermain terbanyak, mencatatkan 52 penampilan dan lebih dari 3.700 menit di semua kompetisi.
Kepergian Chalobah terbilang mengejutkan mengingat kontribusinya yang besar. Namun, Chelsea baru saja mendatangkan Maxence Lacroix dari Palace dengan biaya £52 juta, dan skuad mereka kini kelebihan bek tengah. Dengan absennya Chelsea dari kompetisi Eropa musim ini, persaingan untuk mendapatkan tempat di starting XI semakin ketat. Como, yang dilatih Cesc Fàbregas, melihat peluang ini dan bergerak cepat.
Como sendiri tengah menikmati fase terbaik dalam sejarah klub. Promosi dari Serie B pada 2023 diikuti finis keempat di Serie A musim lalu, sekaligus membawa mereka lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Proyek ambisius Fàbregas inilah yang menarik minat Chalobah. Negosiasi sempat alot—tawaran awal Como sebesar £22 juta ditolak, begitu pula tawaran kedua senilai £23 juta plus bonus £2,5 juta. Chelsea bersikeras mendapatkan bayaran pokok yang lebih tinggi untuk pemain didikan akademinya.
Keputusan Chelsea melepas Chalobah juga tak lepas dari kebutuhan untuk mematuhi regulasi keuangan Premier League. Menjual pemain akademi murni memberikan keuntungan penuh dalam laporan keuangan, sehingga membantu klub menyeimbangkan neraca. Bagi Como, mereka mendapatkan bek Inggris yang masih berada di puncak karier dan mampu bermain di beberapa posisi di lini belakang—sebuah aset berharga untuk kompetisi ganda.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan ini kembali menegaskan tren klub-klub Eropa yang agresif memanfaatkan pemain akademi sebagai sumber pendapatan. Chelsea, misalnya, telah meraup lebih dari £100 juta dari penjualan pemain jebolan akademi dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, Como menunjukkan bahwa investasi pada pelatih muda seperti Fàbregas bisa membawa klub kecil bersaing di level tertinggi Eropa.
Dengan status "here we go" dari Romano, hanya tinggal formalitas yang menghalangi Chalobah untuk terbang ke Italia. Ia dijadwalkan menjalani tes medis dalam waktu dekat. Pertanyaannya, apakah kepindahan ini akan menjadi langkah tepat bagi Chalobah untuk mendapatkan stabilitas yang selama ini sulit ia raih di London? Atau justru menjadi awal dari babak baru yang lebih gemilang di Serie A?



