Keretakan di Ruang Ganti Roma: Dybala dan Cristante Terlibat Adu Dorong saat Dihajar Cardiff City
Baca dalam 60 detik
- Rekaman memperlihatkan Paulo Dybala, Bryan Cristante, dan Matias Soulé terlibat cekcok di lapangan usai Roma kebobolan gol keempat dalam laga uji coba melawan Cardiff City.
- Ketegangan di skuad asuhan Gian Piero Gasperini muncul di tengah persiapan yang buruk, setelah sebelumnya membuang keunggulan 3-0 dan kalah telak 4-1.
- Situasi ini menjadi ujian bagi manajemen Roma, terutama dengan masa depan Matias Soulé yang masih menggantung di bursa transfer.

Kekalahan telak 4-1 dari Cardiff City dalam laga persahabatan di Wales, Sabtu (2/8/2026), ternyata menyisakan drama di internal skuad AS Roma. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan Paulo Dybala, Bryan Cristante, dan Matias Soulé terlibat adu dorong di lapangan, tepat setelah gawang mereka jebol untuk keempat kalinya. Ketegangan itu menjadi sorotan utama, melampaui hasil pertandingan yang memalukan bagi tim asuhan Gian Piero Gasperini.
Insiden bermula ketika para pemain Roma memprotes wasit atas pelanggaran yang dinilai terjadi sebelum gol keempat Cardiff. Emosi yang memuncak kemudian meluap ke sesama rekan setim. Dalam video yang diunggah akun @mikeontheninian, Cristante terlihat mengkritik Soulé yang dinilai kurang membantu pertahanan. Dybala, yang tidak terima dengan nada kritik tersebut, langsung merespons dengan mendorong kaptennya itu. Pertengkaran sempat mereda setelah Wesley, pemain Brasil berusia 21 tahun, turun tangan memisahkan keduanya.
Kejadian ini menjadi cermin buruknya atmosfer tim selama pramusim. Sebelumnya, Roma juga membuang keunggulan 3-0 saat ditahan imbang Cannes, dengan Wesley yang harus diusir keluar lapangan. Kini, kekalahan telak dari klub Divisi Championship Inggris itu mempertegas rentannya mentalitas tim. Bagi Gasperini, ini adalah pekerjaan rumah besar menjelang dimulainya Serie A, apalagi setelah timnya memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Di balik ketegangan di lapangan, ada isu transfer yang ikut memanaskan situasi. Matias Soulé, pemain muda Argentina yang menjadi sorotan, dikabarkan masuk dalam daftar jual dengan banderol €30 juta plus bonus. Ia telah ditawarkan ke AC Milan, namun hingga kini belum ada pembeli yang serius. Ketidakpastian masa depannya itu bisa menjadi salah satu pemicu ketidaknyamanan di ruang ganti, terutama ketika ia menjadi sasaran kritik rekan setimnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, insiden ini bukan sekadar pertengkaran biasa. Dybala dan Cristante baru saja menandatangani kontrak baru setelah keberhasilan Roma lolos ke Liga Champions. Ketegangan di antara dua pemain kunci ini bisa menjadi indikasi adanya masalah yang lebih dalam, baik terkait taktik, peran di tim, maupun dinamika ruang ganti. Gasperini, yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan tegas, dituntut untuk segera meredam gejolak ini sebelum berdampak pada performa tim di kompetisi resmi.
Bagi publik Indonesia, kejadian ini menarik untuk disimak mengingat banyaknya penggemar Serie A di Tanah Air. Roma selalu memiliki basis penggemar yang besar, dan konflik internal seperti ini tentu menjadi perhatian. Selain itu, isu transfer Soulé yang melibatkan AC Milan juga relevan dengan dinamika bursa transfer Eropa yang kerap menjadi sorotan media Indonesia. Apakah insiden ini akan memengaruhi keputusan klub-klub lain untuk merekrut pemain muda tersebut? Atau justru menjadi pertimbangan bagi Milan untuk menawar lebih rendah?
Pramusim yang penuh gejolak ini menjadi ujian nyata bagi Gasperini dalam mengelola ego para pemain bintangnya. Pertanyaan besarnya, apakah ia mampu menyatukan kembali skuad yang terpecah belah sebelum musim resmi dimulai? Atau justru konflik ini akan menjadi awal dari perombakan besar di skuad Giallorossi? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: Roma memasuki musim 2026/2027 dengan fondasi yang rapuh.



