Vieri Yakin Inter Kembali Favorit Scudetto, Chivu Dipuji Mampu Bangkitkan Mental Juara
Baca dalam 60 detik
- Christian Vieri menilai Inter Milan tetap kandidat terkuat peraih Scudetto musim 2026-27 usai merebut double winner domestik.
- Kedatangan John Stones disebut Vieri sebagai suntikan kualitas yang membuat lini belakang Nerazzurri semakin tangguh.
- Vieri juga mengingatkan bahwa Inter harus berani menargetkan treble, bukan hanya sekadar mempertahankan gelar liga.

Christian Vieri, legenda Inter Milan, menegaskan bahwa tim asuhan Cristian Chivu tetap menjadi kandidat terkuat untuk mempertahankan gelar Scudetto pada musim 2026-27. Menurutnya, skuad Nerazzurri yang musim lalu meraih double winner domestik belum kehilangan ketajaman, dan justru semakin diperkuat dengan hadirnya bek anyar John Stones.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Vieri menyebut Inter sebagai "super team" yang tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi. Ia menilai Stones, yang didatangkan dari Manchester City, akan memberikan pengalaman, kualitas, dan mentalitas pemenang di lini pertahanan. "Inter bukan tim yang baru dibentuk musim panas ini, mereka sudah terbentuk dan sangat kuat," ujar Vieri.
Inter akan memulai musim dengan laga kandang melawan Monza pada 22 Agustus, namun sebelumnya mereka akan menjalani uji coba melawan Milan dan Juventus. Vieri menegaskan bahwa target Inter tidak boleh berhenti di Serie A. "Jika Anda bermain untuk Inter, Anda ingin memenangkan setiap pertandingan dan semua gelar yang mungkin," tegasnya, merespons kekhawatiran bahwa fokus di Liga Champions bisa mengganggu performa di domestik.
Vieri juga memberikan kredit khusus kepada Cristian Chivu, yang dinilainya berhasil membangkitkan kembali harga diri para pemain setelah kekalahan di final Liga Champions melawan PSG. "Chivu harus diapresiasi. Dia membuktikan diri sebagai pelatih yang siap dan cerdas. Dia paham cara membangkitkan kebanggaan para juara yang terluka," kata Vieri. Ia menambahkan bahwa tekanan untuk mempertahankan gelar memang ada, tetapi Chivu terbiasa mengelola stres sejak masih menjadi pemain.
Di sisi lain, Vieri melihat Napoli sebagai satu-satunya pesaing serius yang bisa memberikan kejutan, terutama setelah mendatangkan pelatih anyar, Massimiliano Allegri. "Napoli punya grup yang bagus dan pelatih yang hebat. Yang lain masih tertinggal," ujarnya. Namun, ia mengaku baru bisa memberikan penilaian lebih presisi pada September mendatang.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, dinamika persaingan Serie A selalu menarik untuk diikuti, terutama dengan banyaknya pemain Asia Tenggara yang kini merambah liga Eropa. Meski tidak ada pemain Indonesia di Inter, gaya bermain Chivu yang menekankan kolektivitas bisa menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan sepak bola nasional. Selain itu, kesuksesan Inter dalam mempertahankan performa pasca-gelar bisa menjadi studi kasus bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan menjaga konsistensi setelah meraih prestasi.
Vieri menutup dengan pesan mentalitas: "Setelah memenangkan dua trofi, Anda harus berpikir bisa memenangkan tiga. Kostum yang Anda kenakan menuntut itu." Pertanyaannya, akankah Inter mampu menjawab tuntutan tersebut dan menembus tembok treble winners yang belum pernah mereka raih sejak era Jose Mourinho? Musim 2026-27 akan menjadi ujian sejati bagi Chivu dan anak asuhnya.



