Patah Kaki, Christian Pulisic Dipastikan Absen Berminggu-minggu
Baca dalam 60 detik
- Pemain timnas AS, Christian Pulisic, mengalami patah tulang kaki kanan saat dikalahkan Belgia 4-1 di babak 16 besar Piala Dunia.
- Cedera tersebut membuat Pulisic harus menepi selama beberapa pekan, namun diperkirakan tidak berbulan-bulan, dan akan dipulihkan bersama AC Milan.
- Kritik tajam dari legenda AS seperti Carli Lloyd dan Landon Donovan menyoroti performa Pulisic yang dianggap kurang maksimal sepanjang turnamen.

Christian Pulisic dipastikan mengalami patah tulang pada kaki kanannya setelah ditarik keluar di menit ke-59 saat Amerika Serikat dihancurkan Belgia 4-1 pada babak 16 besar Piala Dunia. Cedera ini tidak hanya mengakhiri partisipasinya di turnamen, tetapi juga memicu perdebatan sengit mengenai performa sang bintang AC Milan di panggung terbesar sepak bola.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media sosial, Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) mengonfirmasi bahwa Pulisic mengalami microfracture dan memar tulang pada tibia/fibula kaki kanannya. Cedera tersebut terjadi saat ia berusaha melepaskan tembakan pada awal babak kedua, namun kakinya malah mengenai betis gelandang Belgia, Youri Tielemans. US Soccer dan AC Milan akan bekerja sama dalam proses pemulihannya.
Meski tidak disebutkan secara spesifik berapa lama waktu pemulihan, The Athletic melaporkan bahwa Pulisic diperkirakan akan absen selama beberapa pekan, bukan berbulan-bulan. Ini berarti ia kemungkinan besar akan melewatkan awal musim Serie A bersama AC Milan yang dimulai pada 23 Agustus melawan Torino. Namun, jika AS lolos ke perempat final, Pulisic dipastikan tidak bisa bermain.
Kekalahan telak tersebut memicu kritik pedas dari para legenda sepak bola AS. Carli Lloyd, pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas putri AS, menyatakan kekecewaannya terhadap performa Pulisic. "Saya agak kecewa dengan Christian Pulisic. Apakah dia ingin menjadi bintang tim ini atau tidak, kami tidak melihat cukup banyak darinya di pertandingan iniโdan sebenarnya, sepanjang Piala Dunia. Hanya kilasan kecil di sana-sini," ujar Lloyd. Ia juga mengkritik keputusan Pulisic untuk melewatkan Piala Emas 2025 demi istirahat, dengan mengatakan, "Kamu beristirahat ketika kariermu selesai. Titik."
Tak kalah tajam, Landon Donovan, pencetak gol terbanyak AS di Piala Dunia putra, melontarkan pernyataan kontroversial. "Saya akan meninju dokter di wajah dan berkata, 'Kamu tidak akan menarikku keluar lapangan'," ujarnya, menyoroti semangat juang yang ia rasa kurang dari Pulisic. Kritik ini menambah tekanan pada pemain berusia 27 tahun yang diharapkan menjadi ujung tombak timnas AS.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, cedera Pulisic menjadi pengingat betapa rentannya seorang bintang terhadap cedera di turnamen besar. Dengan jadwal padat yang menanti AC Milan, termasuk kemungkinan berlaga di Liga Champions, absennya Pulisic bisa berdampak pada performa klub. Pertanyaan besarnya: mampukah Pulisic bangkit dan membuktikan bahwa ia layak menjadi pemimpin timnas AS, atau justru kritik ini akan menjadi awal dari kemunduran kariernya?



