XRP Terperosok 4,4%: Sinyal Hawkish The Fed Pukul Pasar Kripto
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP anjlok 4,38% ke $1,16 setelah pernyataan hawkish dari Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, memicu aksi jual aset berisiko.
- Penurunan ini merupakan bagian dari pelemahan altcoin secara luas, dengan Ethereum dan Solana juga terkoreksi, menandakan minimnya permintaan spesifik untuk XRP.
- Level support kunci XRP berada di $1,13โ$1,14; jika ditembus, potensi penurunan lebih lanjut terbuka, namun RSI 44,58 menunjukkan ruang turun belum habis.

Harga Ripple (XRP) ambles 4,38% ke level $1,16 pada Kamis (18/6), menjadi salah satu yang terpuruk di tengah pelemahan pasar kripto yang dipicu sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed) di bawah kepemimpinan barunya, Kevin Warsh.
Keputusan The Fed dalam rapat FOMC 17 Juni lalu menjadi pemicu utama. Meski suku bunga acuan tetap ditahan, pernyataan Warsh yang menyoroti kekhawatiran inflasi dan sinyal perlambatan pemangkasan suku bunga di masa depan membuat investor berbondong-bondong meninggalkan aset spekulatif. Kondisi keuangan yang lebih ketat secara langsung mengurangi likuiditas untuk aset berisiko seperti kripto, dan XRP ikut terseret dalam arus keluar modal tersebut.
Penurunan XRP bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Ethereum (ETH) tercatat turun 3,4% dan Solana (SOL) melemah 3,6% dalam periode yang sama. Pola ini mengindikasikan tidak adanya aliran modal baru yang masuk ke altcoin untuk melawan tekanan makro. Dengan kata lain, sentimen risk-off mendominasi, dan investor lebih memilih beralih ke aset aman seperti dolar AS atau obligasi pemerintah.
Dari sisi teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 7 hari ($1,18) dan titik pivot ($1,19). Zona support antara $1,13 dan $1,14 menjadi area krusial yang sebelumnya mampu menahan tekanan jual. Analis teknikal menilai, penutupan harian di bawah $1,13 akan mengonfirmasi breakdown dan membuka potensi penurunan lebih dalam. Sebaliknya, jika harga mampu merebut kembali level $1,19, sinyal stabilisasi dapat terlihat.
Relative Strength Index (RSI) berada di angka 44,58, menunjukkan bahwa meskipun momentum bearish masih dominan, XRP belum memasuki zona oversold. Artinya, masih ada ruang untuk koreksi lebih lanjut sebelum terjadi pembalikan arah. Para trader kini mencermati pergerakan harga di sekitar support $1,13โ$1,14 sebagai penentu langkah selanjutnya.
Bagi investor Indonesia, pelemahan XRP ini menjadi pengingat akan sensitivitas pasar kripto terhadap kebijakan moneter global. Dengan The AS yang cenderung hawkish, aliran dana ke aset digital berpotensi terus terhambat. Sementara itu, Ripple sendiri tengah berupaya mendongkrak ekosistemnya melalui listing stablecoin RLUSD di bursa Gate.io, namun sentimen makro masih menjadi faktor dominan yang membayangi prospek jangka pendek XRP.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah support $1,13โ$1,14 mampu bertahan dalam ujian berikutnya, atau justru menjadi pintu menuju koreksi yang lebih dalam. Jawabannya akan sangat bergantung pada nada kebijakan The Fed selanjutnya serta perkembangan regulasi kripto di AS dan kawasan lainnya.



