Reuni dengan Bernardo Tavares: Ramadhan Sananta Diharapkan Kembali Tajam di Persebaya
Baca dalam 60 detik
- Ramadhan Sananta resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk musim 2025/2026 setelah semusim kurang memuaskan di Malaysia bersama DPMM FC.
- Reuni dengan pelatih Bernardo Tavares, yang sebelumnya mengorbitkannya di PSM Makassar, diyakini mampu mengembalikan ketajaman sang striker.
- Sananta sempat kehilangan tempat di Timnas Indonesia pada FIFA Matchday terakhir, namun masih diharapkan menjadi andalan di masa depan.

Ramadhan Sananta resmi berseragam Persebaya Surabaya pada musim BRI Super League 2025/2026, membawa harapan baru bagi karier striker muda yang sempat meredup setelah setahun merantau ke Malaysia. Kepulangan pemain berusia 23 tahun ini ke kompetisi domestik sekaligus menjadi reuni dengan pelatih yang pernah mengangkat namanya, Bernardo Tavares.
Sananta meninggalkan DPMM FC setelah mencatatkan statistik yang jauh dari ekspektasi. Dalam 27 pertandingan di semua ajang, ia hanya mampu membukukan empat gol dan dua assist. Performa tersebut dinilai belum sesuai standar klub asal Brunei Darussalam itu, sehingga kontraknya tidak diperpanjang. Persebaya pun bergerak cepat mengamankan jasanya, memanfaatkan situasi yang ada.
Kembalinya Sananta ke pangkuan Bernardo Tavares menjadi sorotan utama. Sejarah mencatat, di bawah arahan pelatih asal Portugal itu, Sananta menjelma menjadi salah satu striker lokal paling produktif. Pada musim 2022/2023 bersama PSM Makassar, ia mengemas sebelas gol dan dua assist dari 28 penampilan. Angka tersebut menjadi fondasi kariernya hingga dipanggil ke Timnas Indonesia.
Namun, setelah pindah ke Persis Solo, produktivitas Sananta menurun. Dalam dua musim bersama Laskar Sambernyawa, ia hanya mencetak 16 gol dan tiga assist dari 58 pertandingan. Meski demikian, prestasinya di PSM tetap menjadi modal berharga hingga ia dipercaya mengisi lini depan Timnas Garuda di berbagai turnamen, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih Patrick Kluivert dan John Herdman sempat memanggilnya, tetapi pada FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik, namanya absen dari skuad.
Menurut Sapto Nugroho, pelatih pertama Sananta di PPLP Riau, naik turunnya performa seorang pemain adalah hal wajar. Ia menilai faktor pelatih dan lingkungan klub sangat memengaruhi konsistensi. "Ramadhan Sananta punya modal menjadi penyerang andal. Saya yakin ia akan menemukan permainan terbaiknya lagi di tangan Bernardo Tavares musim depan," ujar Sapto. Keyakinan serupa juga diungkapkan oleh banyak pengamat yang melihat kecocokan gaya bermain Sananta dengan skema Tavares.
Bagi Persebaya, kehadiran Sananta diharapkan bisa menambah daya gedor tim. Bajul Ijo membutuhkan striker tajam untuk bersaing di papan atas BRI Super League. Reuni dengan Tavares, yang dikenal mampu memaksimalkan potensi pemain muda, menjadi angin segar bagi karier Sananta yang masih panjang. Pertanyaan besarnya, akankah Sananta mampu mengulang masa kejayaannya seperti saat di PSM, atau justru kembali mengalami stagnasi? Jawabannya akan terungkap mulai musim depan.



