Carlos Franca Tinggalkan Persijap, Top Skor Liga 1 Berlabuh ke Armenia
Baca dalam 60 detik
- Carlos Franca resmi hengkang dari Persijap Jepara setelah menjadi top skor tim dengan 10 gol dan 3 assist di BRI Super League 2025/2026.
- Striker asal Brasil itu dikabarkan akan bergabung dengan klub Liga Armenia, Ararat, untuk mewujudkan impian bermain di Eropa.
- Kepergian Franca menjadi kehilangan besar bagi Persijap yang musim lalu bergantung padanya untuk bertahan di kasta tertinggi.

Carlos Franca, mesin gol Persijap Jepara, resmi mengakhiri petualangannya di Laskar Kalinyamat setelah satu musim memperkuat tim. Pemain asal Brasil itu memutuskan pindah ke Eropa untuk mengejar mimpi yang sudah lama dipendamnya sejak kecil.
Kabar perpisahan ini diumumkan oleh manajemen Persijap melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis (18/6/2026). Dalam unggahan tersebut, Persijap mengucapkan terima kasih dan mendoakan kesuksesan Franca di babak baru kariernya. "Setiap perjalanan pasti akan berakhir. Beberapa kisah memang tak berlangsung selamanya, tapi akan selalu dikenang. Semoga sukses di babak baru hidupmu, Obrigado @carlosfranca09," tulis klub.
Franca, yang berusia 31 tahun, bergabung dengan Persijap pada 4 Juli 2025 dan langsung menjadi andalan di lini depan. Dalam 30 penampilan di BRI Super League 2025/2026, ia mencetak 10 gol dan 3 assist, menjadikannya top skor tim. Kontribusinya sangat krusial dalam membantu Persijap keluar dari zona degradasi dan mempertahankan tempat di kasta tertinggi.
Sebelum pengumuman resmi klub, Franca lebih dulu menyampaikan salam perpisahan melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (15/6/2026). Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada rekan setim, pelatih, manajemen, dan penggemar. "Merupakan suatu kehormatan untuk mengenakan seragam ini dan berjuang untuk klub ini. Saya akan membawa serta setiap momen yang telah saya lalui," ujar Franca dalam pernyataannya.
Kepergian Franca tidak lepas dari kesempatan untuk bermain di Eropa. Ia dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Ararat, klub asal Armenia. Bagi Franca, ini adalah mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan. "Kepergian saya disebabkan oleh kesempatan untuk mewujudkan mimpi besar masa kecil, sebuah tantangan yang selalu menjadi salah satu tujuan saya sebagai pemain," katanya.
Kepindahan Franca ke Eropa menjadi catatan menarik bagi sepak bola Indonesia. Meski usianya sudah tidak muda lagi, ia membuktikan bahwa pemain asing di Liga Indonesia masih memiliki daya jual ke kompetisi Eropa. Langkah ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pemain lokal untuk terus mengembangkan karier ke level yang lebih tinggi.
Bagi Persijap, kehilangan Franca tentu menjadi pukulan berat. Manajemen kini harus bergerak cepat mencari pengganti yang setara untuk menghadapi musim depan. Apakah Persijap akan kembali merekrut pemain asing dari Brasil atau mencari alternatif lain? Hanya waktu yang akan menjawab.



