Pieter Huistra Kembali Nahkodai PSS Sleman di Super League 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman secara resmi menunjuk Pieter Huistra sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/2027, setelah sebelumnya sukses membawa tim promosi dari kasta kedua.
- Huistra, yang pernah gagal menyelamatkan PSS dari degradasi pada 2025, kini mendapat kepercayaan penuh untuk membangun proyek jangka panjang klub.
- Kontrak pelatih asal Belanda itu terikat hingga 2028, menandai komitmen manajemen terhadap stabilitas dan kesinambungan di kompetisi tertinggi.

PSS Sleman memutuskan kembali mempercayakan kursi pelatih kepala kepada Pieter Huistra untuk menghadapi Super League 2026/2027, langkah yang menegaskan komitmen klub terhadap proyek jangka panjang di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kepastian tersebut diumumkan melalui kanal resmi klub pada Kamis (18/6/2026) malam. Huistra sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik saat PSS berlaga di Pegadaian Championship 2025/2026, di mana perannya dinilai krusial dalam mengantarkan tim promosi ke Super League. Direktur PSS, Yoni Arseto, menyatakan bahwa penunjukan ini bukan sekadar mengisi posisi pelatih, melainkan bagian dari visi besar klub.
"Kehadiran coach Pieter membawa kembali visi, pengalaman, dan kepemimpinan yang kami yakini mampu menjadi fondasi penting dalam perjalanan PSS menghadapi tantangan musim mendatang," ujar Yoni dalam pernyataan resmi. Manajemen menekankan pentingnya konsistensi dan proses berkelanjutan dalam membangun skuad yang kompetitif.
Keputusan ini menarik karena Huistra memiliki catatan kontradiktif bersama PSS. Pada awal 2025, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala saat tim sedang terpuruk di BRI Liga 1, namun tak mampu membendung degradasi ke Liga 2. Meski demikian, manajemen tetap memberikan kepercayaan penuh, bahkan memperpanjang masa baktinya. Kini, Huistra berpeluang menebus kegagalan tersebut dengan membawa Laskar Sembada tampil lebih kompetitif di level tertinggi.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah PSS ini mencerminkan tren klub yang mulai berani berinvestasi pada pelatih asing dengan visi jangka panjang, alih-alih berganti pelatih setiap musim. Huistra, yang lahir di Goenga, Belanda, dianggap telah memahami identitas dan karakter permainan yang ingin dibangun PSS. "Tim yang kuat dibangun melalui konsistensi, kerja keras, dan proses berkelanjutan. Coach Pieter adalah bagian penting dari proses itu," tambah Yoni.
Dengan kontrak hingga 2028, Huistra memiliki waktu untuk membangun fondasi yang solid. Tantangan utamanya adalah membuktikan bahwa kegagalan di masa lalu hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan. Akankah Super League 2026/2027 menjadi panggung kebangkitan PSS Sleman di bawah asuhan pelatih yang sudah mengenal seluk-beluk klub?



