Bow Echo Pertahankan Rekor Sempurna di Royal Ascot, Bersiap ke Goodwood
Baca dalam 60 detik
- Kuda pacu Bow Echo sukses mempertahankan catatan tak terkalahkan setelah menang tipis di St James's Palace Stakes, Royal Ascot.
- Kemenangan ini menjadi grup satu pertama bagi joki Billy Loughnane dan memperkuat posisi Bow Echo sebagai kandidat kuat di Sussex Stakes mendatang.
- Dua kejutan lain terjadi di hari yang sama: Mission Central menang di King Charles III Stakes dan Ten Bob Tony (50-1) menaklukkan Queen Anne Stakes.

Bow Echo, kuda pacu tiga tahun yang belum pernah tersentuh kekalahan, kembali membuktikan ketangguhannya dengan memenangi St James's Palace Stakes di Royal Ascot, Selasa (18/6). Dalam sebuah finis foto yang menegangkan, ia mengungguli Gstaad hanya dengan selisih kepala, mempertahankan rekor sempurna setelah sebelumnya juga mengalahkan rival yang sama di 2.000 Guineas bulan lalu.
Kemenangan ini menjadi grup satu pertama bagi joki Billy Loughnane yang baru berusia 20 tahun. Loughnane berhasil mengendalikan Bow Echo yang sempat kesulitan di awal balapan sejauh satu mil, memilih jalur luar untuk menghindari kerumunan. Sementara itu, Ryan Moore yang menunggangi Gstaad memanfaatkan celah di sisi dalam setelah kuda rekan setimnya, Puerto Rico, bergerak keluar dari lintasan. Meskipun Gstaad terus mendekat di 100 yard terakhir, Bow Echo bertahan cukup kuat untuk memastikan kemenangan.
Pelatih George Boughey mengakui bahwa kemenangan ini bergantung pada margin yang sangat tipis. "Saya merasa cukup yakin satu furlong dari garis finis, tapi kemudian Ryan mulai mendekat. Aidan O'Brien selalu bilang bahwa kudanya akan lebih kuat di jarak yang lebih jauh, jadi penghargaan besar untuk runner-up yang tampil gigih hari ini," ujar Boughey. Ia menambahkan bahwa kini fokus penuh diarahkan ke Sussex Stakes di Goodwood bulan depan, yang akan menjadi start keenam Bow Echo.
Di balapan lain, Mission Central yang tidak diunggulkan (14-1) mengejutkan banyak pihak dengan memenangi King Charles III Stakes. Kuda besutan Aidan O'Brien ini menyalip Overpass dari Australia dan Rayevka dari Prancis di akhir balapan, memberikan O'Brien kemenangan ke-98 di pertemuan ini. O'Brien bahkan mengisyaratkan kemungkinan Mission Central turun di The Everest, salah satu balapan terkaya di Australia, akhir tahun ini. "Dia punya kecepatan luar biasa, dan saya pikir dia bisa menempuh jarak lebih jauh lagi," kata O'Brien.
Kejutan terbesar datang dari Ten Bob Tony, kuda berusia lima tahun dengan odds 50-1 yang memenangi Queen Anne Stakes, balapan pembuka hari itu. Ditunggangi Kieran Shoemark, Ten Bob Tony yang sebelumnya hanya berlari di jarak tujuh furlong, sukses menyalip dari posisi paling belakang di furlong terakhir dan menang setengah panjang. Pelatih Ed Walker mengaku tidak menyangka: "Simon Sadler (pemilik) sangat menyukai kisah David melawan Goliath. Kami sepakat untuk duduk di posisi paling belakang dan menyalip sebanyak mungkin di furlong terakhir. Kieran tidak terburu-buru dan menyimpannya untuk finis."
Bagi penggemar pacuan kuda di Indonesia, dominasi kuda-kuda Eropa di Royal Ascot kembali menegaskan superioritas breeding dan pelatihan di kawasan tersebut. Meskipun industri pacuan kuda di Indonesia masih berkembang, prestasi seperti Bow Echo bisa menjadi inspirasi bagi para peternak dan pelatih lokal untuk meningkatkan kualitas genetik dan metode pelatihan. Ke depan, apakah Bow Echo mampu mempertahankan rekor tak terkalahkannya di Goodwood, atau justru Gstaad yang akan membalaskan kekalahan? Semua mata akan tertuju ke Sussex Stakes bulan depan.



