Newcastle Kirim Pemantau Langsung untuk Gelandang Muda Prancis: Calon Pengganti Tonali?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United telah melakukan pemantauan langsung terhadap gelandang AJ Auxerre, Kevin Danois, sebagai calon pengganti Sandro Tonali yang santer akan hengkang.
- Danois, 21 tahun, mencatatkan statistik ofensif dan defensif lebih baik dari Tonali di Ligue 1 musim lalu, dan mendapat pujian dari pengamat yang menyamakannya dengan bintang PSG, Joao Neves.
- Keputusan Newcastle untuk mengubah pemantauan menjadi tawaran resmi akan menjadi kunci, mengingat klub juga tengah mencari pengganti Anthony Gordon yang sudah dijual ke Barcelona.

Newcastle United dikabarkan telah mengirim tim pemantau untuk menyaksikan langsung aksi gelandang muda AJ Auxerre, Kevin Danois, di tengah ancaman kehilangan Sandro Tonali pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi darurat The Magpies untuk mengantisipasi gelombang kepergian pemain bintang di St James' Park.
Menurut laporan The Athletic yang dikutip Football Fancast, pemantauan langsung terhadap Danois telah dilakukan oleh jajaran teknis Newcastle. Gelandang berusia 21 tahun itu dinilai memiliki potensi besar setelah musim gemilangnya di Ligue 1. Meski belum menjadi produk jadi, Danois dianggap sebagai investasi jangka panjang yang cerdas, terutama jika dibandingkan dengan performa Tonali musim lalu.
Data menunjukkan bahwa Danois unggul dalam hal kontribusi gol dan statistik di luar penguasaan bola ketimbang Tonali. Pengamat dari Como, Ben Mattinson, bahkan membandingkan gaya bermain Danois dengan gelandang Paris Saint-Germain, Joao Neves. Perbandingan ini tentu menambah daya tarik sang pemain di mata klub-klub Premier League.
Krisis di Newcastle bermula dari kegagalan lolos ke kompetisi Eropa musim depan, yang memicu potensi eksodus pemain. Anthony Gordon telah lebih dulu hengkang ke Barcelona dengan nilai transfer ยฃ69 juta. Kini, Tonali dan bek kiri Lewis Hall juga dikabarkan menjadi incaran klub-klub besar seperti Manchester United, Tottenham, dan Arsenal. Situasi ini memaksa direktur teknis Ross Wilson bergerak cepat di bursa transfer.
Selain Danois, Newcastle juga dikaitkan dengan Victor Munoz, winger Osasuna yang tengah membela Spanyol di Piala Dunia 2026. Munoz diproyeksikan sebagai pengganti Gordon di sisi sayap. Namun, Wilson menegaskan bahwa perekrutan tidak boleh berhenti di satu posisi. Dengan banyaknya pemain yang mungkin pergi, Newcastle harus cermat dalam setiap langkahnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub sekelas Newcastle harus beradaptasi dengan realitas finansial yang ketat. Kegagalan lolos ke Eropa berdampak langsung pada daya tarik klub di mata pemain bintang. Jika Tonali benar-benar hengkang, Danois bisa menjadi contoh bagaimana klub Premier League mulai melirik talenta muda dari liga-liga Eropa lainnya, termasuk Ligue 1 yang kerap menjadi ladang pemain berbakat.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Newcastle akan mengubah pemantauan menjadi tawaran resmi? Dengan persaingan ketat di lini tengah, keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer klub. Jika Danois berhasil direkrut, ia bisa menjadi bukti bahwa Newcastle belajar dari kesalahan rekrutmen musim lalu yang dinilai kurang cerdas.



