Kapten Inggris Ben Stokes Terancam Absen Lama Usai Langgar Jam Malam
Baca dalam 60 detik
- Ben Stokes dikeluarkan dari skuad Inggris untuk Tes kedua melawan Selandia Baru karena melanggar jam malam bersama rekan setim.
- Pelatih Durham menjamin dukungan penuh, menyebut Stokes dalam kondisi baik dan berlatih keras, namun masa depan kaptennya belum jelas.
- Stokes berpotensi tampil di County Championship pekan ini, yang bisa menjadi satu-satunya persiapan sebelum seri melawan Pakistan.

Kapten tim kriket Inggris, Ben Stokes, harus menepi dari laga Tes kedua melawan Selandia Baru di The Oval setelah melanggar aturan jam malam bersama rekannya, Gus Atkinson. Insiden yang terjadi usai kemenangan di Tes pertama Lord's itu kini tengah diselidiki oleh England and Wales Cricket Board (ECB).
Stokes, yang berusia 35 tahun, langsung dikeluarkan dari skuad untuk pertandingan yang dimulai Rabu (12/6) tersebut. Pelatih kepala Inggris, Brendon McCullum, belum memberikan jaminan soal masa depan Stokes sebagai kapten. Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa pemain serba bisa itu bisa kehilangan ban kapten, terutama setelah Joe Root ditunjuk sebagai kapten pengganti untuk Tes kedua.
Namun, di tengah ketidakpastian itu, Durham—klub county tempat Stokes bernaung—memberikan dukungan penuh. Pelatih kepala Durham, Ryan Campbell, menegaskan bahwa pintu klub selalu terbuka untuk Stokes. "Jika Ben kebetulan melaluinya, saya akan menunggu dengan tangan terbuka lebar," ujar Campbell kepada BBC Radio Newcastle.
Campbell juga mengkritik reaksi berlebihan terhadap insiden tersebut. "Ben tahu dia membuat kesalahan dan melanggar jam malam, tetapi beberapa reaksi agak berlebihan. Saya agak old school, saya suka minum bir setelah pertandingan jika ada libur 10 hari, tapi saya bukan pelatih, saya tidak menjalankan sistem itu," katanya.
Stokes telah kembali berlatih bersama Durham dan berpeluang besar tampil dalam pertandingan County Championship melawan Northamptonshire pada Jumat ini. Campbell memperkirakan peluang Stokes bermain mencapai 75%. Pertandingan empat hari itu bisa menjadi satu-satunya ajang pemanasan Stokes sebelum seri Tes melawan Pakistan pada pertengahan Agustus, mengingat ketidakpastian ketersediaannya di Tes ketiga melawan Selandia Baru.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kasus ini mengingatkan pada pentingnya disiplin dan profesionalisme dalam olahraga, terutama bagi seorang kapten tim nasional. ECB dikenal memiliki aturan ketat terkait perilaku pemain, dan pelanggaran jam malam dianggap serius karena dapat mengganggu fokus dan kebugaran atlet. Meski kriket belum sepopuler sepak bola di Indonesia, perkembangan ini tetap menarik karena menunjukkan bagaimana tekanan dan ekspektasi tinggi dapat memengaruhi karier seorang atlet papan atas.
Campbell menambahkan bahwa Stokes adalah seorang petarung yang ingin terus bermain. "Dia mengakui kesalahannya. Dari yang saya lihat, dia dalam semangat yang baik, kembali berlatih, bekerja keras, dan sisanya akan beres dengan sendirinya," ujarnya. Namun, tanpa dukungan penuh dari McCullum, masa depan Stokes sebagai kapten Inggris masih menjadi tanda tanya besar.



