Nintendo Perbarui eShop Switch dengan Tema Hitam Klasik dan Fitur Keamanan Baru
Baca dalam 60 detik
- Nintendo merilis pembaruan sistem 22.5.0 untuk Switch dan Switch 2, dengan perubahan signifikan pada eShop konsol lawas.
- eShop kini dapat menyesuaikan warna dengan tema konsol, termasuk opsi hitam klasik, serta menambahkan verifikasi identitas dan kontrol pemutaran video.
- Pembaruan ini memperkuat pengalaman pengguna di tengah persaingan konsol, namun belum ada dampak langsung bagi pasar Indonesia yang masih minim dukungan resmi Nintendo.

Nintendo resmi meluncurkan pembaruan sistem versi 22.5.0 untuk konsol Switch dan Switch 2. Meski kedua perangkat mendapat pembaruan, perubahan paling substansial justru terjadi pada eShop Switch generasi pertama. Antarmuka toko digital tersebut kini mampu menyelaraskan warna dengan tema yang dipilih pengguna di pengaturan konsol, termasuk skema warna hitam klasik yang selama ini dinantikan.
Pembaruan ini tidak hanya bersifat kosmetik. Nintendo juga menambahkan fitur keamanan berupa kode verifikasi identitas untuk mengonfirmasi tindakan tertentu di eShop. Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran akan keamanan akun pengguna. Selain itu, pengguna kini dapat memundurkan atau memajukan video 10 detik menggunakan tombol ZR dan ZL, sebuah peningkatan kecil namun praktis bagi mereka yang kerap menonton cuplikan game.
Untuk Switch 2, pembaruan 22.5.0 lebih bersifat penyempurnaan stabilitas sistem dan dukungan bahasa Rusia serta Belanda. Tidak ada perubahan signifikan pada antarmuka atau fitur baru yang mencolok. Hal ini menunjukkan bahwa Nintendo masih memfokuskan perhatian pada basis pengguna Switch asli yang jumlahnya jauh lebih besar.
Bagi pengguna di Indonesia, pembaruan ini mungkin tidak langsung terasa karena layanan eShop Nintendo belum sepenuhnya dioptimalkan untuk pasar lokal. Namun, langkah Nintendo meningkatkan keamanan akun dan personalisasi antarmuka patut diapresiasi. Di tengah persaingan dengan PlayStation dan Xbox, Nintendo terus berupaya mempertahankan loyalitas pengguna setianya melalui perbaikan pengalaman pengguna yang konsisten.
Menurut analis industri, pembaruan ini juga mengindikasikan bahwa Nintendo tidak akan meninggalkan Switch generasi pertama dalam waktu dekat. Dengan basis pemain yang masih aktif, perusahaan asal Kyoto ini memilih untuk terus memberikan dukungan perangkat lunak meskipun Switch 2 sudah beredar. Keputusan ini sejalan dengan strategi Nintendo yang kerap memperpanjang siklus hidup konsol lamanya.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Nintendo akan menghadirkan fitur serupa untuk eShop di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dengan potensi pasar yang besar, penyesuaian lokal seperti dukungan bahasa Indonesia dan metode pembayaran yang lebih mudah bisa menjadi langkah selanjutnya. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai hal tersebut.



