PSS Sleman Segera Miliki Training Ground di Bimomartani, Lahan 12 Hektare Disiapkan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Kabupaten Sleman menyediakan lahan 12 hektare di Bimomartani untuk pembangunan training ground PSS Sleman.
- Proyek bernama Project Unity ini mencakup tiga lapangan, mess pemain, pusat komersial, dan fasilitas e-sport.
- Bupati Sleman memastikan pendanaan dari pemilik klub Agus Projosasmito tidak perlu diragukan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3132864/original/069059100_1589892045-PSS.jpg)
Rencana pembangunan pusat latihan milik PSS Sleman memasuki babak baru setelah Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bertemu langsung dengan pemilik klub, Agus Projosasmito, pada Jumat (12/6/2026). Pertemuan itu mengonfirmasi komitmen kedua pihak untuk merealisasikan training ground yang selama ini menjadi impian suporter.
Harda mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 12 hektare di Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak. Lahan tersebut, menurutnya, sudah diurus hingga tingkat kementerian dan tinggal menunggu proses pembangunan. "Kalau daerah bisa menyelesaikan tanah itu secepatnya, secepat dibangun. Jangan pernah ragukan duitnya Pak Agus Projo," ujar Harda dalam pernyataan yang dikutip dari pertemuan tersebut.
Proyek yang dinamai Project Unity ini tidak hanya akan menjadi pusat aktivitas tim, tetapi juga dirancang sebagai kawasan olahraga terpadu yang dapat digunakan masyarakat umum. Dalam grand design yang sempat dipamerkan di Mini Museum 50 Tahun PSS di Stadion Maguwoharjo, kompleks tersebut akan memiliki tiga lapangan sepak bola, mess pemain, gedung olahraga, hingga e-sport center. Selain itu, akan dibangun commercial district, plaza, masjid, kantor pusat latihan, dan area parkir berkapasitas besar yang mampu menampung ratusan sepeda motor, puluhan mobil, serta bus tim.
Bupati Harda mengakui bahwa selama ini publik hanya menduga-duga keseriusan Agus Projosasmito dalam mengelola PSS. Pertemuan langsung menjadi momen untuk membuktikan komitmen sang pemilik. "Beliau buta sepak bola, hanya karena kecintaan sepak bola dan kecintaan pada PSS karena sejarahnya sehingga beliau mau mengelola PSS," kata Harda. Meski demikian, ia optimistis proyek ini akan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Sebelumnya, Direktur PSS Yoni Arseto menyebut Project Unity sebagai salah satu inisiatif besar klub untuk meningkatkan profesionalisme. Training ground menjadi prioritas utama karena selama ini PSS masih menyewa fasilitas latihan. Dengan adanya pusat latihan sendiri, diharapkan performa tim bisa lebih konsisten dan pengembangan pemain muda lebih terarah.
Kehadiran training ground ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Kawasan komersial yang direncanakan akan membuka peluang usaha baru, sementara akses publik ke fasilitas olahraga diharapkan meningkatkan minat masyarakat terhadap sepak bola. Pertanyaannya, seberapa cepat proses pembangunan bisa rampung mengingat lahan masih perlu dibebaskan dan infrastruktur pendukung harus disiapkan?



