Gelombang PHK di Xbox Makin Meluas: Arkane Studios dan Compulsion Games Terancam Tutup
Baca dalam 60 detik
- Xbox dikabarkan akan menutup Compulsion Games, pengembang South of Midnight, meski gim tersebut baru meraih penghargaan di The Game Awards.
- Arkane Studios, di balik seri Dishonored dan Deathloop, juga menghadapi ancaman serupa dengan kekhawatiran dari karyawan dan manajemen puncak.
- Insider menyebut gelombang PHK besar-besaran akan melanda seluruh divisi Xbox, menggambarkan situasi sebagai 'pertumpahan darah'.

Kabar buruk kembali menghampiri industri gim global. Microsoft dikabarkan tengah mempersiapkan langkah drastis dengan menutup Compulsion Games, studio di balik gim South of Midnight, hanya beberapa bulan setelah gim tersebut memenangkan penghargaan di The Game Awards. Tak hanya itu, Arkane Studiosโrumah bagi waralaba Dishonored dan Deathloopโjuga disebut-sebut berada dalam posisi yang sama rentannya.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh Mike Straw dari Insider Gaming melalui platform Bluesky. Menurut laporannya, karyawan di Arkane Studios mulai khawatir akan masa depan mereka, dan kekhawatiran itu juga dirasakan oleh para pejabat tinggi di studio tersebut. Sementara itu, Kotaku melaporkan bahwa Xbox telah memulai proses penutupan Compulsion Games, yang saat ini mempekerjakan lebih dari 90 orang.
Yang menarik, Compulsion Games baru saja membuka lowongan pekerjaan di LinkedIn dua bulan lalu untuk mengerjakan proyek gim baru. Namun, realitas ekonomi divisi gim Microsoft tampaknya lebih berat dari yang diperkirakan. Meskipun Matt Booty (Kepala Konten Xbox) dan Asha Sharma (Presiden Xbox) secara konsisten memuji keahlian Compulsion, tekanan finansial akhirnya tak terbendung.
Menurut rumor terbaru di kalangan tim pengembang, Compulsion telah memulai "negosiasi" dengan Microsoft. Detail pembicaraan tersebut belum diungkap, tetapi akan menjadi penentu nasib studio ke depannya. Sementara itu, insider NateTheHate menambahkan bahwa PHK akan terjadi di seluruh divisi Xbox, dan ia menggambarkan apa yang akan terjadi sebagai "pertumpahan darah".
Bagi industri gim Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa raksasa sekalipun tak luput dari gejolak ekonomi. Banyak pengembang lokal yang bergantung pada proyek outsourcing dari studio besar seperti Xbox. Jika gelombang PHK ini meluas, rantai pasok industri gim nasional bisa terpengaruh. Selain itu, para gamer Tanah Air yang menantikan South of Midnight atau Marvel's Blade mungkin harus bersiap dengan kemungkinan penundaan atau pembatalan.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah: apakah Microsoft akan mempertahankan portofolio studio kreatifnya di tengah tekanan efisiensi, atau justru akan semakin memangkas divisi gim yang dianggap kurang menguntungkan? Jawabannya akan menentukan arah industri gim global dalam beberapa tahun ke depan.



