CEO Baru Juventus Siapkan Pemutusan: Hanya Satu Pemain Andalan Comolli yang Selamat
Baca dalam 60 detik
- Giovanni Carnevali, CEO anyar Juventus, langsung mengambil langkah drastis dengan menempatkan hampir seluruh rekrutan pendahulunya di daftar jual.
- Jeremie Boga menjadi satu-satunya pemain yang dianggap aman setelah menunjukkan performa solid sebagai pemain rotasi serangan.
- Keputusan ini dipicu oleh konflik internal dan kebutuhan mendesak untuk menyeimbangkan keuangan klub tanpa pendapatan Liga Champions.

Giovanni Carnevali resmi menjabat sebagai CEO Juventus pada Senin pagi, dan dalam hitungan jam, ia langsung mengambil keputusan kontroversial: hampir seluruh pemain yang didatangkan pendahulunya, Damien Comolli, akan dijual di bursa musim panas. Langkah ini menandai babak baru dalam strategi restrukturisasi klub raksasa Italia tersebut.
Comolli hanya bertahan satu musim di Turin sebelum hengkang akibat perselisihan dengan pelatih Luciano Spalletti. Sumber internal menyebutkan perbedaan visi dalam perekrutan pemain dan kegagalan sejumlah negosiasi transfer menjadi pemicu utama. Kini, Carnevali harus membersihkan puing-puing warisan Comolli sambil menyeimbangkan anggaran yang terbatas, terutama setelah Juventus dipastikan absen dari Liga Champions musim 2026-27.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, satu-satunya pemain yang selamat dari gelombang pembersihan adalah Jeremie Boga. Winger asal Pantai Gading itu bergabung pada Januari lalu dengan opsi pembelian murah senilai โฌ4,8 juta. Fleksibilitasnya di lini depan, baik sebagai pelapis Kenan Yildiz maupun sebagai pemain sayap, membuatnya dianggap sebagai aset berharga yang patut dipertahankan.
Nasib berbeda menanti pemain lain. Jonathan David, yang direkrut dengan status bebas transfer, justru menjadi beban karena gajinya yang tinggiโโฌ6 juta per tahunโdan penampilan yang jauh dari harapan. Meskipun Juventus bisa meraup keuntungan modal jika menjualnya, mencari pembeli yang bersedia membayar gaji sebesar itu bukanlah perkara mudah. Sementara itu, Lois Openda, yang diboyong dengan skema pinjaman dan kewajiban beli senilai lebih dari โฌ44 juta, menjadi teka-teki tersendiri. Angka transfer yang besar membuat klub kesulitan melepasnya tanpa kerugian signifikan.
Edon Zhegrova juga masuk daftar jual setelah gagal menembus starting eleven di Serie A. Klub asal Turki, Trabzonspor, dikabarkan tertarik. Joao Mario, yang dibeli permanen lalu dipinjamkan ke Bologna dalam kesepakatan tukar dengan Emil Holm, juga tidak masuk rencana Carnevali untuk musim depan.
โKeputusan ini menunjukkan bahwa Carnevali tidak ingin terikat dengan warisan Comolli. Ia ingin membangun tim sesuai visinya, dengan prioritas pada efisiensi keuangan dan performa di lapangan,โ ujar analis sepak bola Italia, Marco Rossi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Juventus ini memberikan gambaran bagaimana klub besar Eropa harus beradaptasi dengan keterbatasan finansial. Tanpa pendapatan Liga Champions, Juventus dipaksa untuk lebih cermat dalam belanja pemain. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada pembelian mahal, tetapi juga pada perencanaan jangka panjang yang matang.
Pertanyaan besarnya: akankah Carnevali mampu menjual para pemain yang tidak diinginkan dengan harga yang layak? Atau justru Juventus harus menanggung kerugian besar akibat keputusan transfer pendahulunya? Musim panas ini akan menjadi ujian pertama bagi era baru di Turin.



