MSI Claw 8 EX AI+ Resmi Dijual: Harga Rp28 Jutaan, Pasar Indonesia Menanti
Baca dalam 60 detik
- MSI Claw 8 EX AI+, konsol genggam dengan prosesor Intel Arc G3 Extreme, dibanderol US$1.799 di toko resmi MSI, sementara Best Buy dan Newegg menawarkan US$1.699.
- Perbedaan harga US$100 antar pengecer belum dijelaskan, menimbulkan spekulasi soal strategi distribusi dan margin keuntungan.
- Peluncuran dijadwalkan 23 Juli; belum ada kepastian ketersediaan di Indonesia, yang bisa memicu pasar grey market.

MSI akhirnya mengumumkan banderol resmi untuk konsol genggam terbarunya, Claw 8 EX AI+, yang dibanderol US$1.799 atau setara Rp28,8 juta (kurs Rp16.000). Perangkat yang mengusung prosesor Intel Arc G3 Extreme ini menjadi salah satu pesaing serius di segmen PC gaming portabel, meski harganya membuat alis terangkat.
Dalam pengumuman yang dirilis pekan ini, MSI mematok harga US$1.799 di toko resmi mereka. Namun, dua pengecer besar Amerika Serikat—Best Buy dan Newegg—menawarkan harga lebih rendah, yakni US$1.699. Selisih US$100 ini belum mendapat penjelasan resmi, memicu spekulasi soal kemungkinan promosi awal atau perbedaan paket penjualan.
Konsol ini dibekali layar 8 inci Full HD dengan refresh rate 120Hz, RAM 32GB, dan penyimpanan internal 1TB. Spesifikasi tersebut menempatkannya di kelas atas, sejajar dengan kompetitor seperti ASUS ROG Ally X dan Lenovo Legion Go. Namun, harga yang lebih tinggi dari rata-rata konsol genggam Windows membuatnya hanya menyasar pengguna enthusiast.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Claw 8 EX AI+ masih diselimuti tanda tanya. Distributor resmi MSI di Tanah Air belum memberikan pernyataan terkait ketersediaan dan harga lokal. Jika mengacu pada produk sebelumnya, konsol genggam MSI kerap masuk melalui jalur distributor tidak resmi dengan markup signifikan. Dengan harga global Rp28,8 juta, konsumen Indonesia kemungkinan harus merogoh kocek lebih dalam, bisa mencapai Rp35-40 juta jika melalui importir.
Analis teknologi dari lembaga riset IDC Indonesia menilai bahwa segmen PC gaming portabel di Indonesia masih sangat niche. “Konsol seperti ini hanya laku di kalangan gamer hardcore yang menginginkan performa desktop dalam bentuk genggam. Harganya yang tinggi membuatnya tidak kompetitif dibandingkan laptop gaming entry-level,” ujarnya. Namun, ia menambahkan bahwa kehadiran prosesor Intel Arc G3 Extreme bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang ingin mencoba arsitektur GPU Intel.
Peluncuran Claw 8 EX AI+ dijadwalkan pada 23 Juli mendatang. Pertanyaan besarnya: mampukah MSI bersaing dengan dominasi ASUS dan Lenovo di segmen ini, terutama di pasar Asia Tenggara? Ataukah harga premium ini justru akan menjadi batu sandungan?



