Ribuan Pengguna Chrome Terjebak Ekstensi Wallpaper Berkedok Adware
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 152 ekstensi wallpaper Chrome dari 38 akun pengembang terbukti menyusupkan perangkat lunak yang tidak diinginkan (PUP) dan memalsukan lalu lintas pencarian.
- Ekstensi tersebut mengumpulkan data pengguna seperti alamat IP dan ISP, lalu membaginya dengan mitra iklan, meskipun di toko resmi mengklaim tidak mengumpulkan data.
- Operasi ini diduga merupakan bagian dari skema penipuan afiliasi berbayar yang berasal dari Turki, dengan potensi dampak pada keamanan siber global, termasuk Indonesia.

Tim peneliti keamanan siber menemukan jaringan 152 ekstensi Google Chrome yang menyamar sebagai wallpaper latar baru, namun diam-diam menyebarkan program yang tidak diinginkan (PUP) dan memanipulasi lalu lintas pencarian. Ekstensi-ekstensi ini telah diinstal sebanyak 105.000 kali oleh pengguna di seluruh dunia, mengancam privasi dan keamanan data mereka.
Menurut laporan dari perusahaan keamanan Socket, ekstensi tersebut dikelola oleh 38 akun pengembang berbeda di Chrome Web Store dan terhubung ke tiga backend merek: tabplugins[.]com, yowgames[.]com, dan chromewallpaper[.]com. Beberapa ekstensi populer termasuk "Neymar - Football Live Wallpaper", "Porsche 911 - Sports Car Live Wallpaper", dan "Tanjiro - Demon Slayer Live Wallpaper". Meskipun di toko resmi setiap ekstensi menyatakan tidak akan mengumpulkan data pengguna, kebijakan privasi yang tertaut justru mengakui sebaliknya: ekstensi mencatat alamat IP, ISP, jumlah klik, dan perujuk, lalu membaginya dengan Google AdSense, DoubleClick, dan mitra iklan pihak ketiga.
Peneliti Socket, Kush Pandya, mengungkapkan bahwa ekstensi ini menggunakan teknik canggih untuk memalsukan asal lalu lintas. Saat diinstal, ekstensi membuka tab baru dengan parameter UTM yang membuatnya tampak seperti hasil pencarian organik Google. Saat dihapus, ekstensi mengirimkan ping ke URL yang meniru format google.com/url, lengkap dengan token ved dan usg, sehingga seolah-olah berasal dari klik manusia pada hasil pencarian. "Kunjungan itu bukan orang yang mencari di Google; itu adalah ekstensi yang membuka tab sendiri dan mencapnya 'tiba dari pencarian organik Google'," jelas Pandya.
Dampak dari praktik ini tidak hanya merugikan pengguna secara langsung melalui pengumpulan data, tetapi juga merusak ekosistem periklanan digital. Lalu lintas palsu dapat mengelabui pengiklan untuk membayar klik yang tidak sah, sementara data pengguna dieksploitasi untuk penargetan iklan tanpa izin. Bagi pengguna di Indonesia, risiko ini sangat relevan mengingat tingginya adopsi Chrome sebagai browser utama. Banyak pengguna mungkin tidak menyadari bahwa ekstensi wallpaper yang tampak tidak berbahaya dapat menyusupkan pelacak dan mengirim data pribadi ke server di luar negeri.
Socket menilai operasi ini sebagai "operasi afiliasi adware komersial dan penipuan atribusi lalu lintas yang bermotif finansial". Meskipun asal-usul pastinya belum diketahui, indikator sirkumstansial menunjukkan kemungkinan berasal dari Turki. Para peneliti juga menemukan bahwa file JavaScript ekstensi memiliki kemampuan laten untuk menghapus semua database IndexedDB saat service worker dimulai, yang dapat digunakan untuk membersihkan jejak atau mengganggu fungsi situs web lain.
Ke depan, pengguna Chrome di Indonesia disarankan untuk lebih selektif dalam memasang ekstensi, terutama yang menawarkan wallpaper atau kustomisasi visual. Memeriksa izin yang diminta, membaca ulasan, dan memverifikasi kebijakan privasi dapat membantu menghindari jebakan adware. Pertanyaan yang masih menggantung: seberapa banyak pengguna yang telah terpapar, dan apakah Google akan mengambil tindakan tegas terhadap ekstensi-ekstensi ini?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)

