Amorim Setuju Tangani AC Milan, Tinggal Menunggu Lampu Hijau
Baca dalam 60 detik
- Ruben Amorim dikabarkan telah menyetujui tawaran kontrak dua tahun dari AC Milan dengan nilai lebih dari β¬3 juta per musim.
- Milan memburu pelatih baru setelah memecat Massimiliano Allegri dan gagal lolos ke Liga Champions musim 2025-26.
- Keputusan final masih menunggu restu manajemen klub yang juga tengah merombak jajaran direksi.

Ruben Amorim, pelatih asal Portugal yang baru saja dipecat Manchester United pada Januari lalu, dikabarkan telah menyetujui semua persyaratan yang diajukan AC Milan dan kini hanya menunggu lampu hijau dari manajemen klub untuk resmi menjadi nahkoda baru I Rossoneri.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh pakar transfer Italia, Fabrizio Romano, melalui akun media sosialnya. Menurut Romano, Amorim sangat menginginkan pekerjaan tersebut dan siap menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan gaji lebih dari β¬3 juta per musim. Laporan serupa juga disampaikan oleh A Bola dan Corriere dello Sport, serta dikonfirmasi oleh The Athletic yang menyebut Amorim sebagai kandidat utama.
Keputusan Milan untuk mendekati Amorim tak lepas dari kegagalan mereka musim lalu. Setelah memecat Massimiliano Allegri pada akhir musim 2025-26 karena gagal membawa tim ke Liga Champions, manajemen klub sempat menjalin pembicaraan dengan Oliver Glasner dan Mauricio Pochettino. Namun, nama Amorim akhirnya menjadi prioritas.
Amorim sendiri memiliki rekam jejak yang menarik. Sebelum menangani Manchester United, ia sukses membesut Sporting CP dan meraih gelar Liga Portugal. Namun, masa baktinya di Old Trafford hanya berlangsung 14 bulan sebelum ia dipecat pada Januari 2026. Kini, peluang untuk membangun kembali reputasinya di Serie A terbuka lebar.
Bagi Milan, perekrutan Amorim menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran. Selain pelatih, klub juga masih berburu CEO, direktur teknis, dan direktur olahraga baru setelah Ralf Rangnick memutuskan untuk tetap menangani timnas Austria. Ketidakpastian di jajaran manajemen ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Amorim jika resmi bergabung.
Dari sudut pandang Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti. Liga Italia memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan keputusan Milan menunjuk pelatih baru akan berdampak pada strategi transfer klub, termasuk kemungkinan mendatangkan pemain Asia. Selain itu, gaya kepelatihan Amorim yang dikenal agresif dan mengandalkan pressing tinggi bisa menjadi tontonan menarik bagi pecinta Serie A di Indonesia.
Pertanyaan besarnya, mampukah Amorim mengembalikan kejayaan Milan yang terakhir kali menjuarai Serie A pada musim 2021-22? Atau justru ia akan kembali gagal seperti di Manchester? Jawabannya akan mulai terlihat begitu lampu hijau menyala.



