Capcom Bungkam soal Dino Crisis, Penggemar Makin Frustrasi
Baca dalam 60 detik
- Produser Resident Evil Veronica menolak berkomentar saat ditanya soal kemungkinan Dino Crisis baru, memicu spekulasi di kalangan penggemar.
- Capcom tengah menikmati masa kejayaan berkat Resident Evil dan Monster Hunter, namun seri lawas seperti Dino Crisis masih terabaikan.
- Meski ada harapan dari kebangkitan Onimusha dan Okami, belum ada tanda-tanda Capcom akan menghidupkan kembali Dino Crisis.

Produser Resident Evil: Code Veronica, Yoshiaki Hirabayashi, memicu gelombang spekulasi setelah menolak memberikan jawaban pasti soal kemungkinan kembalinya waralaba Dino Crisis. Dalam wawancara terbaru, ia hanya melontarkan pernyataan singkat: โNo commentโฆ but you already knew thatโs what Iโd say (lol).โ Kalimat itu, menurut klarifikasi dari Gematsu, tidak berarti ia menyembunyikan proyek baru, melainkan sekadar candaan yang disalahartikan oleh terjemahan otomatis.
Bagi para penggemar setia, respons tersebut terasa seperti tamparan. Dino Crisis, yang sempat menjadi ikon genre survival horror bertema dinosaurus di era PlayStation, sudah lama tidak mendapatkan angin segar. Sementara Capcom menuai sukses besar dengan Resident Evil dan Monster Hunter, seri yang lahir pada 1999 itu seolah dilupakan. Banyak pemain yang mendambakan petualangan berlatar pulau terpencil penuh reptil purba itu kembali hadir dengan grafis modern.
Hirabayashi sendiri dikenal sebagai produser yang cukup vokal, namun kali ini ia memilih bungkam. Ia mengakui bahwa dirinya tahu jawabannya, tetapi enggan membagikannya. Sikap ini justru memperkuat dugaan bahwa Capcom belum memiliki rencana konkret untuk Dino Crisis. Padahal, perusahaan asal Jepang itu tengah gencar menghidupkan kembali waralaba lawas seperti Onimusha, Okami, dan Mega Man.
Di Indonesia, Dino Crisis memiliki basis penggemar yang cukup loyal, terutama dari generasi yang tumbuh dengan konsol PlayStation pertama. Komunitas gamer lokal kerap menyuarakan harapan agar Capcom menghadirkan kembali seri tersebut, baik dalam bentuk remake maupun sekuel baru. Namun, hingga saat ini, belum ada sinyal positif dari pihak pengembang. Beberapa analis industri menilai bahwa Capcom mungkin enggan mengambil risiko karena genre survival horror bertema dinosaurus dianggap terlalu niche.
Kendati demikian, sejarah menunjukkan bahwa Capcom tidak segan mengejutkan penggemar. Kebangkitan Onimusha dan Okami membuktikan bahwa perusahaan masih peduli pada warisan masa lalunya. Pertanyaannya, apakah Dino Crisis akan mendapat perlakuan serupa? Atau justru akan terus menjadi kenangan manis yang tak pernah kembali? Hingga ada pernyataan resmi, para penggemar hanya bisa menunggu dan berharap.



