Spencer Pratt Maju Calon Wali Kota LA: Janji Perubahan dan Ancaman Hengkang
Baca dalam 60 detik
- Bintang reality show Spencer Pratt mencalonkan diri sebagai wali kota Los Angeles dengan janji mendorong partisipasi pemilih.
- Pratt unggul sepuluh poin dalam jajak pendapat atas anggota dewan kota Nithya Raman, namun masih di bawah petahana Karen Bass.
- Jika kalah, ia mengancam akan meninggalkan California dan pindah ke negara bagian lain, setelah rumahnya hancur dalam kebakaran Pacific Palisades.

Spencer Pratt, bintang reality show berusia 42 tahun yang dikenal lewat program The Hills, resmi mencalonkan diri sebagai wali kota Los Angeles. Dalam kampanyenya, ia berjanji membawa perubahan nyata bagi kota yang kerap dilanda krisis kepemimpinan dan bencana alam.
Pratt, yang kini menjadi penantang utama petahana Karen Bass, mendesak warga LA untuk tidak apatis terhadap pemilu. โBanyak orang menyerah karena mereka sudah menerima kegagalan. Tidak ada yang berubah,โ ujarnya dalam sebuah rapat umum. Ia menargetkan partisipasi empat juta pemilih pada November mendatang, naik signifikan dari pemilu sebelumnya.
Menurut jajak pendapat terbaru, Pratt unggul sepuluh poin atas Nithya Raman, anggota Dewan Kota Los Angeles. Namun, ia masih tertinggal dari Bass yang saat ini menjabat. Meski begitu, popularitas Pratt di kalangan pemilih muda dan kelas menengah cukup kuat, terutama setelah ia vokal mengkritik kebijakan penanganan kebakaran dan perumahan.
Di balik kampanyenya, Pratt menyimpan ancaman serius: jika kalah, ia akan meninggalkan Los Angeles. Dalam wawancara dengan komedian Adam Carolla, ia menyatakan, โJika Karen Bass terpilih kembali, atau Nithya menang, saya sudah selesai dengan Los Angeles.โ Ia bahkan berencana mengejar โmimpi Amerika terakhirโ di negara bagian lain, dengan dana dari gugatan hukumnya terhadap kota.
Gugatan itu diajukan Pratt bersama istrinya, Heidi Montag, pada 2025 setelah rumah mereka di Pacific Palisades ludes dilalap api. Mereka menuntut Pemerintah Kota Los Angeles dan Departemen Air dan Listrik (LADWP) atas kelalaian dalam pencegahan kebakaran. Pratt bertekad memenangkan kasus tersebut, namun mengaku akan menggunakan kompensasi untuk pindah ke tempat yang lebih aman bagi keluarganya.
Fenomena Pratt menjadi sorotan karena ia bukan politikus karier, melainkan figur publik yang memanfaatkan popularitas untuk mendobrak sistem. Di Indonesia, fenomena serupa pernah terjadi ketika artis seperti Rano Karno atau Deddy Mizwar maju sebagai kepala daerah. Namun, berbeda dengan konteks lokal, kampanye Pratt lebih bernuansa protes terhadap kegagalan birokrasi dan bencana yang tak tertangani.
Pertanyaan besarnya: apakah warga Los Angeles akan memberikan kesempatan pada seorang bintang reality show untuk memimpin kota metropolitan, atau justru menganggapnya sebagai gimmick belaka? Jawabannya akan diketahui pada November mendatang.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557407/original/008674300_1776327946-IMG_0695.jpeg)

