Lionsgate Gaet Penulis Sonic untuk Film Streets of Rage, Sutradara Jeymes Samuel Siap Garap
Baca dalam 60 detik
- Pat Casey dan Josh Miller, duo penulis di balik sukses Sonic the Hedgehog, dipercaya menulis skenario adaptasi film Streets of Rage.
- Jeymes Samuel, sutradara The Harder They Fall, akan mengarahkan proyek garapan Lionsgate ini.
- Langkah ini menegaskan tren Hollywood yang terus menggarap adaptasi gim klasik, membuka peluang bagi pasar Indonesia.

Lionsgate resmi menunjuk Pat Casey dan Josh Miller, penulis skenario yang sukses mengadaptasi Sonic the Hedgehog ke layar lebar, untuk menulis naskah film Streets of Rage. Kabar ini diumumkan oleh Variety pada Selasa (18/3/2025), menandai langkah maju proyek adaptasi gim legendaris SEGA tersebut.
Casey dan Miller bukan nama baru di industri adaptasi gim. Keduanya berhasil mengubah Sonic the Hedgehog—yang sempat diragukan banyak pihak—menjadi waralaba film laris dengan pendapatan global lebih dari US$700 juta. Pengalaman mereka dalam menyeimbangkan nostalgia penggemar lama dengan daya tarik penonton baru menjadi modal utama untuk proyek Streets of Rage.
Sementara itu, kursi sutradara dipercayakan kepada Jeymes Samuel, yang sebelumnya dikenal lewat film koboi The Harder They Fall (2021) dan The Book of Clarence (2023). Samuel dikenal memiliki gaya visual yang kuat dan kemampuan meramu aksi laga yang dinamis—kualitas yang dibutuhkan untuk menghidupkan pertarungan jalanan ikonis dalam Streets of Rage.
Kabar ini menjadi angin segar bagi penggemar Streets of Rage yang telah lama menanti adaptasi film. Gim yang pertama kali dirilis pada 1991 ini dianggap sebagai salah satu pelopor genre beat-’em-up, dengan tiga sekuel dan reboot modern yang sukses. Namun, tantangan terbesar tim kreatif adalah menerjemahkan mekanisme pertarungan sederhana namun adiktif ke dalam narasi film yang koheren.
Bagi industri hiburan Indonesia, tren adaptasi gim klasik Hollywood membuka peluang kolaborasi dan distribusi. Film-film seperti Sonic the Hedgehog dan The Super Mario Bros. Movie telah membuktikan bahwa pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu pasar terbesar untuk film adaptasi gim. Dengan semakin banyaknya proyek serupa, distributor lokal dan platform streaming berpotensi mendapatkan konten baru yang sudah memiliki basis penggemar setia.
Belum ada jadwal produksi atau rilis yang diumumkan. Namun, dengan tim kreatif yang solid, Streets of Rage berpotensi menjadi salah satu adaptasi gim yang paling dinanti. Pertanyaan besarnya: akankah film ini mampu menangkap esensi kekacauan jalanan yang membuat gimnya begitu dicintai?



