Bintang Kembar Teridentifikasi sebagai Sumber Misteri Sinyal Radio Berulang dari Luar Angkasa
Baca dalam 60 detik
- Sumber sinyal radio misterius ASKAP J1745 terungkap sebagai sistem bintang ganda yang saling mengorbit, memancarkan semburan radio dan sinar-X secara bersamaan.
- Penemuan ini menjadi 'Batu Rosetta' astronomi karena untuk pertama kalinya memberikan data multi-panjang gelombang yang dapat menjelaskan asal-usul fenomena transien periode panjang.
- Temuan membuka peluang baru untuk mempelajari fisika ekstrem seperti aliran plasma dan medan magnet kuat yang tidak dapat direproduksi di Bumi.

Sebuah sistem bintang ganda yang saling mengorbit ternyata menjadi dalang di balik semburan radio misterius yang selama ini membingungkan para astronom. Sumber yang diberi nama ASKAP J1745 itu memancarkan sinyal radio dan sinar-X secara berirama setiap kali kedua bintang menyelesaikan satu putaran orbit—sebuah pola yang belum pernah terdeteksi sebelumnya.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy, tim peneliti internasional mengungkap bahwa ASKAP J1745 adalah contoh pertama dari 'variabel kataklismik' yang teridentifikasi sebagai sumber transien radio periode panjang. Dari belasan sumber serupa yang pernah ditemukan, hanya dua yang berhasil dijelaskan asal-usulnya; sisanya masih menjadi teka-teki. Kini, dengan data dari teleskop radio, sinar-X, dan optik secara simultan, para ilmuwan memiliki peta jalan untuk memecahkan misteri tersebut.
Fenomena yang dikenal sebagai transien periode panjang ini menghasilkan semburan radio terang yang berulang dalam rentang menit hingga jam. Sejak ditemukan secara tidak sengaja, para astronom menduga sumbernya adalah bintang neutron yang berputar lambat—pulsar. Namun, teori itu runtuh karena pulsar seharusnya berhenti memancarkan gelombang radio ketika putarannya melambat. Alternatif lain mengarah pada katai putih, inti bintang mati yang mendingin perlahan, yang sering ditemukan dalam sistem bintang ganda.
ASKAP J1745, yang diamati menggunakan teleskop radio ASKAP milik CSIRO Australia, adalah sistem bintang ganda yang terdiri dari satu katai putih dan satu bintang katai merah. Keduanya mengorbit sangat rapat sehingga gravitasi katai putih menyedot material dari pasangannya—proses yang disebut akresi. Material yang jatuh itu memanas dan menghasilkan sinar-X, sementara interaksi partikel bermuatan dengan medan magnet kuat—ribuan kali lebih kuat dari mesin MRI—menimbulkan semburan radio.
Keunikan ASKAP J1745 terletak pada kelengkapan data yang diperoleh. Untuk pertama kalinya, para astronom berhasil mengamati transien periode panjang dalam tiga panjang gelombang sekaligus: radio, sinar-X, dan cahaya tampak. Hal ini memungkinkan mereka mengonfirmasi bahwa semburan radio dan sinar-X terjadi bersamaan, bukan secara independen. "Ini seperti Batu Rosetta bagi astronomi," ujar salah satu peneliti. "Kami akhirnya memiliki kunci untuk mengartikan sinyal-sinyal lain yang hanya terdeteksi di satu panjang gelombang."
Bagi Indonesia, penemuan ini memiliki resonansi tersendiri. Meski tidak terlibat langsung dalam observasi, riset astrofisika semacam ini membuka peluang kolaborasi dengan lembaga riset internasional. Indonesia memiliki potensi besar di bidang astronomi radio, terutama dengan keberadaan teleskop radio di Observatorium Bosscha dan rencana pengembangan teleskop radio di Timau, Nusa Tenggara Timur. Pemahaman tentang fenomena seperti ASKAP J1745 dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta riset astrofisika global.
Ke depan, para ilmuwan berencana menggunakan data ASKAP J1745 sebagai model untuk mengidentifikasi sumber transien periode panjang lainnya. Pertanyaan besar yang masih mengemuka: apakah semua transien periode panjang berasal dari sistem biner akresi, atau ada mekanisme lain yang belum terungkap? Dengan semakin banyaknya teleskop radio generasi baru yang beroperasi, termasuk SKA (Square Kilometer Array) yang juga melibatkan Indonesia, jawaban atas pertanyaan itu mungkin hanya tinggal menunggu waktu.


