Kesuksesan Baldur's Gate 3 Picu Rencana Remake Dua Seri Klasik
Baca dalam 60 detik
- Remake Baldur's Gate 2 dikabarkan digarap oleh desainer aslinya, Kevin Martens, yang juga terlibat dalam proyek Exodus.
- Baldur's Gate pertama juga masuk daftar remake, dengan kemungkinan kedua game dikerjakan bersamaan.
- Langkah ini mengindikasikan strategi Wizards of the Coast untuk memperluas waralaba RPG legendaris tersebut.

Kabar mengejutkan datang dari jagat RPG klasik: dua seri perdana Baldur's Gate dikabarkan akan mendapatkan remake. Langkah ini muncul setelah sukses besar Baldur's Gate 3 yang dirilis tahun lalu, baik dari sisi kritik maupun penjualan. Jika terwujud, para penggemar bisa kembali merasakan petualangan di dunia Forgotten Realms dengan sentuhan modern.
Menurut laporan PC Gamer yang dikutip pekan ini, proyek remake Baldur's Gate 2 sudah memasuki tahap pengembangan. Yang menarik, proyek ini akan dipimpin oleh Kevin Martens, desainer yang turut menciptakan game orisinalnya pada tahun 2000. Martens bukanlah nama asing di industri: ia pernah terlibat dalam Neverwinter Nights, Mass Effect, dan Diablo 3. Saat ini ia juga berkontribusi pada Exodus, game baru yang dijadwalkan rilis tahun depan di bawah naungan Wizards of the Coast.
Tak hanya sekuelnya, Baldur's Gate pertama juga disebut-sebut akan mendapat perlakuan serupa. Kedua proyek bahkan mungkin dikerjakan secara paralel. Mengingat usia game yang sudah lebih dari dua dekade, remake ini diperkirakan akan menghadirkan perubahan besar—mulai dari grafis, mekanisme permainan, hingga penyesuaian antarmuka agar sesuai dengan standar gim modern.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menggembirakan. Meskipun pasar RPG di Tanah Air masih bertumpu pada gim mobile dan konsol modern, komunitas Baldur's Gate cukup aktif, terutama setelah popularitas seri ketiga. Kehadiran remake dengan bahasa Indonesia atau setidaknya subtitle lokal bisa menjadi daya tarik tersendiri. Sayangnya, belum ada informasi resmi mengenai dukungan bahasa untuk pasar Asia Tenggara.
Langkah Wizards of the Coast ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menghidupkan kembali waralaba legendaris. Setelah akuisisi oleh Hasbro, perusahaan induk Wizards, fokus pada properti intelektual bernostalgia seperti Baldur's Gate menjadi strategi yang masuk akal. Apalagi, genre RPG sedang mengalami kebangkitan berkat kesuksesan game sejenis seperti Divinity: Original Sin 2 dan Pillars of Eternity.
Namun, tantangan tetap ada. Mengadaptasi game lawas dengan mekanisme yang terasa kuno—seperti sistem AD&D 2nd Edition—ke dalam bentuk modern tanpa menghilangkan esensi aslinya bukanlah pekerjaan mudah. Para penggemar lama tentu berharap agar jiwa game tetap terjaga, sementara pemain baru menginginkan kemudahan akses. Pertanyaan besarnya: akankah remake ini sekadar polesan grafis, atau benar-benar membangun ulang fondasi permainan?



