Naomi Osaka Tembus Babak Keempat Prancis Terbuka untuk Pertama Kali
Baca dalam 60 detik
- Petenis Jepang Naomi Osaka mengalahkan Iva Jovic dalam tiga set untuk mencapai putaran keempat Prancis Terbuka 2025.
- Osaka menjadi wakil Jepang pertama yang lolos ke 16 besar Roland Garros sejak Shinobu Asagoe pada 2004.
- Ia akan berhadapan dengan unggulan pertama Aryna Sabalenka pada babak selanjutnya, Senin mendatang.

Naomi Osaka akhirnya memecahkan rekor pribadinya di Prancis Terbuka. Petenis Jepang berusia 27 tahun itu memastikan tempat di babak keempat Grand Slam tanah liat untuk pertama kalinya dalam kariernya, setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Iva Jovic, dengan skor 7-6(5), 6-7(3), 6-4, Sabtu (31/5) waktu setempat.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Osaka sebagai petenis Jepang pertama yang menembus 16 besar Roland Garros sejak Shinobu Asagoe melakukannya pada 2004. Pencapaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi mantan petenis nomor satu dunia yang sempat vakum dan kembali ke kompetisi setelah melahirkan anak pertamanya.
Pertandingan yang berlangsung ketat selama tiga jam lebih itu menjadi ujian mental bagi Osaka. Setelah dua set pertama harus ditentukan lewat tiebreak, ia mampu menjaga kesabaran di set penentuan. "Saya pikir salah satu alasan saya tetap tenang adalah karena saya tahu dia masih muda. Pemain muda adalah lawan yang paling menakutkan karena mereka tidak punya rasa takut," ujar Osaka seusai laga, seperti dikutip Kyodo.
Osaka melesakkan 12 aceโtiga kali lipat dari Jovic yang berusia 10 tahun lebih mudaโdan memanfaatkan pengalamannya di laga Grand Slam ke-100. "Saya berharap status veteran saya bisa bersinar di beberapa momen, dan saya rasa itu terjadi," tambahnya.
Langkah Osaka selanjutnya tidak ringan. Ia akan berhadapan dengan Aryna Sabalenka, petenis Belarusia yang kini memuncaki peringkat dunia, pada babak 16 besar, Senin (2/6). Dalam pertemuan terakhir di Madrid Open, Osaka kalah setelah sempat unggul di set pertama. "Saya bermain cukup baik di Madrid. Saya hanya menurun di set kedua dan ketiga. Semoga saya bisa konsisten dan terus agresif. Apa pun yang terjadi, terjadi," kata Osaka.
Bagi penggemar tenis Indonesia, perjalanan Osaka di Roland Garros menjadi tontonan menarik. Ia adalah salah satu dari sedikit petenis Asia yang mampu bersaing di level tertinggi, dan kebangkitannya setelah masa sulit bisa menjadi inspirasi. Namun, tantangan terbesar masih menanti: Sabalenka dikenal sebagai petenis dengan pukulan keras dan konsistensi tinggi di semua permukaan lapangan. Jika Osaka mampu mempertahankan servisnya dan bermain sabar seperti melawan Jovic, bukan tidak mungkin ia menciptakan kejutan.
Pertanyaan besarnya: bisakah Osaka memanfaatkan pengalaman dan ketenangannya untuk menjegal Sabalenka, atau akankah petenis nomor satu dunia itu kembali membuktikan dominasinya? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.



