Inter Milan Alihkan Incaran dari Muharemovic ke Ndicka: Faktor Biaya dan Regulasi
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mulai menjauh dari bek Sassuolo Tarik Muharemovic karena banderol tinggi dan klausul bagi hasil dengan Juventus.
- Klub asal Kota Mode itu kini lebih serius membidik Evan Ndicka dari AS Roma yang terdesak menjual pemain demi memenuhi aturan Financial Fair Play.
- Situasi ini membuka peluang bagi klub-klub Eropa lainnya, termasuk potensi dampak bagi pemain diaspora Indonesia di bursa transfer.

Inter Milan mulai menggeser prioritas perburuan bek tengah musim panas ini. Jika sebelumnya nama Tarik Muharemovic dari Sassuolo menjadi incaran utama, laporan terbaru dari La Gazzetta dello Sport mengindikasikan bahwa Evan Ndicka, bek andalan AS Roma, kini lebih mungkin direkrut.
Keputusan ini tak lepas dari kebutuhan Inter merombak lini belakang setelah ditinggal sejumlah pemain senior. Francesco Acerbi dan Matteo Darmian sudah dipastikan hengkang, sementara Stefan de Vrij kemungkinan menyusul. Situasi diperparah dengan potensi kepergian Yann Bisseck ke Bayern Munich. Di tengah badai pergantian personel, Inter justru bernapas lega karena Alessandro Bastoni dipastikan bertahan setelah Barcelona mengalihkan dana terbatasnya untuk membeli Anthony Gordon dari Newcastle United.
Negosiasi dengan Sassuolo untuk Muharemovic dinilai semakin rumit. Klub berjuluk Neroverdi itu mematok harga tinggi karena harus membagi 50 persen pendapatan transfer dengan Juventus, klub sebelumnya. Selain itu, Sassuolo berharap performa apik sang pemain di Piala Dunia mendatang bisa memicu perang penawaran dari klub-klub kaya Premier League. Inter, menurut laporan, enggan terlibat dalam lelang harga yang tak sehat.
Di sisi lain, Ndicka menjadi opsi yang lebih realistis. Bek asal Pantai Gading itu merupakan pilar utama Roma, namun situasi keuangan I Giallorossi memaksa mereka melego pemain bintang. Roma harus mengumpulkan dana sekitar โฌ60 juta sebelum 30 Juni untuk memenuhi regulasi Financial Fair Play. Tawaran besar untuk Ndicka, atau mungkin Manu Kone, sulit ditolak.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik dicermati. Perburuan bek tengah oleh klub sekelas Inter kerap memicu efek domino di bursa transfer Eropa. Jika Inter berhasil mendatangkan Ndicka, Roma akan memiliki dana segar yang bisa digunakan untuk memburu pemain lain, termasuk kemungkinan merekrut pemain dari Asia atau bahkan diaspora Indonesia yang bermain di Eropa. Selain itu, performa pemain di Piala Dunia 2026โyang akan diikuti tim-tim kuatโsering menjadi ajang unjuk gigi bagi pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri.
Ke depan, keputusan Inter akan bergantung pada kemampuan mereka meyakinkan Roma dan bersaing dengan klub lain yang juga mengincar Ndicka. Pertanyaan besarnya: akankah Inter berhasil mengamankan bek incaran tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, atau justru kehilangan dua target sekaligus?



