Hip Hop Guncang Piala Dunia 2026: Future dan Tyla Bawakan 'Game Time' di Pembukaan LA
Baca dalam 60 detik
- Lagu 'Game Time' menjadi trek hip hop pertama dalam sejarah soundtrack Piala Dunia, dibawakan oleh Future dan Tyla.
- Penampilan perdana lagu ini akan digelar pada upacara pembukaan di Los Angeles Stadium, 12 Juni 2026.
- Masuknya hip hop ke album resmi Piala Dunia 2026 menandai langkah FIFA mendekatkan diri pada budaya pop global.
FIFA resmi merilis 'Game Time', lagu yang akan menjadi soundtrack Piala Dunia 2026 sekaligus menandai pertama kalinya genre hip hop hadir dalam ajang sepak bola terbesar di dunia. Lagu yang dinyanyikan oleh rapper Amerika Future dan penyanyi asal Afrika Selatan Tyla ini dijadwalkan tampil perdana pada upacara pembukaan di Los Angeles Stadium, 12 Juni 2026.
Lagu ini diproduseri oleh Cirkut, peraih empat Grammy, dan menggabungkan rap energetik Future dengan sentuhan pop khas Tyla. Dengan lirik pembuka "20 seconds to game time", 'Game Time' dirancang untuk membangkitkan adrenalin penonton menjelang kick-off. Kehadiran hip hop dalam album resmi Piala Dunia 2026 menjadi langkah strategis FIFA untuk merangkul demografi penggemar yang lebih luas, terutama generasi muda yang akrab dengan genre tersebut.
Bagi Indonesia, rilisan ini membuka peluang baru di industri musik dan hiburan. Dengan populasi muda yang besar dan antusiasme tinggi terhadap sepak bola, lagu seperti 'Game Time' berpotensi menjadi tren di platform streaming lokal. Kolaborasi Future dan Tyla juga menunjukkan bahwa Piala Dunia tidak lagi hanya soal olahraga, melainkan panggung budaya global yang bisa dimanfaatkan musisi dari berbagai negara.
Future mengungkapkan kegembiraannya bisa tampil di panggung global tersebut. "Piala Dunia adalah panggung dunia. Kami membuat lagu yang sesuai dengan energinya. Sekarang saatnya 'Game Time'. Saya antusias membawakan lagu ini di upacara pembukaan Los Angeles," ujarnya. Sementara itu, Tyla menambahkan, "Menjadi bagian dari album resmi Piala Dunia 2026 terasa seperti momen yang sempurna bagi seorang gadis dari Afrika Selatan."
Langkah FIFA mengakomodasi hip hop dinilai sebagai respons terhadap perubahan selera musik global. Dengan lebih dari 5 miliar penonton potensial, Piala Dunia 2026 menjadi ajang promosi yang tak tertandingi bagi para musisi. Bagi Indonesia, kehadiran genre ini bisa menginspirasi musisi lokal untuk berkolaborasi dengan ajang olahraga internasional, mengingat sepak bola dan musik memiliki basis penggemar yang saling tumpang tindih.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah FIFA akan terus membuka pintu bagi genre lain seperti K-pop atau dangdut di masa depan? Dengan semakin cairnya batas antara olahraga dan hiburan, bukan tidak mungkin Piala Dunia mendatang akan menampilkan lebih banyak keberagaman musik yang mencerminkan basis penggemar globalnya.

