Jadwal Sibuk Marcus Mumford Tunda Pengakuan Carey Mulligan dari Kerajaan Inggris
Baca dalam 60 detik
- Aktris Carey Mulligan menunda penerimaan gelar CBE selama setahun karena suaminya, Marcus Mumford, tidak bisa hadir akibat jadwal tur dan promosi.
- Penundaan ini menunjukkan bagaimana prioritas keluarga dan dukungan pasangan menjadi pertimbangan penting dalam momen karier puncak.
- Carey akhirnya menerima penghargaan dari Raja Charles III pada Maret 2025, sebuah pengalaman yang ia gambarkan surreal dan penuh warna.

Carey Mulligan, aktris papan atas Hollywood, harus menunda penerimaan gelar kehormatan Commander of the Order of the British Empire (CBE) selama setahun penuh—bukan karena kesibukannya sendiri, melainkan karena jadwal sang suami, Marcus Mumford, vokalis band Mumford and Sons, yang terlalu padat untuk mendampinginya ke Istana Windsor.
Penghargaan CBE yang dianugerahkan Raja Charles III itu seharusnya diterima Mulligan pada 2024. Namun, dalam wawancara dengan seri video The Actor's Side milik Deadline, Mulligan mengungkapkan bahwa ia sengaja menunda momen tersebut hingga 2025 agar sang suami bisa hadir. "Ironisnya, saya tidak terlalu sibuk—justru suami saya. Marcus sangat sibuk tahun lalu, terus saya dapat tanggal, dia bilang 'aku sedang tur' atau 'sedang press'," ujar Mulligan, seperti dikutip dari wawancara tersebut.
Bagi publik Indonesia, kisah ini mungkin terdengar seperti gosip selebritas biasa. Namun, di baliknya tersirat nilai universal tentang keseimbangan antara ambisi profesional dan ikatan keluarga. Mulligan, yang dikenal lewat film The Great Gatsby dan Promising Young Woman, memilih menunda pengakuan negara demi momen kebersamaan dengan pasangan—sebuah pilihan yang jarang terlihat di industri hiburan yang kerap mengutamakan karier di atas segalanya.
Mulligan juga mengungkapkan kejutan lain: para penerima penghargaan tidak diberi tahu anggota keluarga kerajaan mana yang akan menyerahkan medali hingga mereka tiba di lokasi. "Anda tidak tahu siapa yang akan memberikannya—bisa Pangeran William, Putri Anne, atau Raja. Begitu masuk, mereka bilang 'hari ini kita kedatangan Raja' dan kami semua terkesiap," kenang Mulligan. Ia mengaku sangat senang mendapat medali langsung dari Raja Charles III, meskipun menurutnya anggota kerajaan mana pun tetap luar biasa.
Pengalaman ini, kata Mulligan, terasa sangat surealis. "Saya melihat semuanya dalam warna technicolor dan seperti berada di dunia mimpi, tapi sangat menyenangkan," tambahnya. Pernyataan ini mencerminkan betapa berartinya pengakuan dari kerajaan bagi seorang seniman, terutama di Inggris yang masih menjunjung tinggi tradisi monarki.
Bagi industri hiburan Indonesia, kisah Mulligan bisa menjadi cermin tentang pentingnya dukungan pasangan dalam meniti karier. Di tengah budaya kerja yang kerap menuntut pengorbanan pribadi, keputusan Mulligan mengingatkan bahwa kesuksesan sejati juga diukur dari kebersamaan dengan orang-orang tercinta. Ke depannya, publik mungkin akan semakin sering melihat figur publik yang berani menunda kehormatan demi prioritas keluarga—sebuah tren yang patut diapresiasi.



